Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RSUD Blambangan Dekontaminasi di Ruang CSSD, Wujudkan Standar Keselamatan dan Mutu Pelayanan

Sigit Hariyadi • Selasa, 23 Juni 2026 | 09:49 WIB
STERIL: Petugas CSSD RSUD Blambangan melakukan dekontaminasi peralatan kesehatan.(RSUD Blambangan untuk Raba)
STERIL: Petugas CSSD RSUD Blambangan melakukan dekontaminasi peralatan kesehatan.(RSUD Blambangan untuk Raba)

Rarabanyuwangi.id - Sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Ruang Central Sterile Supply Department (CSSD) RSUD Blambangan secara rutin melaksanakan proses dekontaminasi terhadap instrumen atau  alat medis yang telah digunakan. Dekontaminasi merupakan tahap penting dalam rangkaian pengelolaan instrumen atau alat medis sebelum dilakukan proses sterilisasi guna menghilangkan atau mengurangi kontaminan berupa mikroorganisme, darah, lemak, cairan tubuh, maupun bahan infeksius lainnya.

Dekontaminasi dilakukan se suai prosedur operasional standar (SOP) dengan menerapkan prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI). Dekontaminasi yang ada di ruang CSSD yakni pene rimaan dan pencatatan instrumen  atau alat medis, pencucian (manual dan otomatis atau dengan mesin washer) dengan menggunakan larutan detergen enzymatik, perendaman dengan larutan desinfektan tingkat tinggi, dan pengeringan atau drying dengan mesin pengering atau pun manual.

Kepala Instalasi CSSD RSUD Blambangan Kelud Gandi Erwanto SKep Ners mengatakan, pelaksanaan dekontaminasi adalah tahap awal hingga dilakukan proses sterilisasi. Oleh karena itu dekontaminasi harus dilakukan dengan tepat dan benar sesuai dengan SOP yang berlaku. Keamanan dan kenyamanan petugas CSSD dalam melakukan proses dekontaminasi harus benarbenar diperhatikan.  

Baca Juga: RSUD Blambangan Dukung Kesehatan Mental Pasien Kanker, Sediakan Pendampingan Psikolog

UP (universal precautions) menjadi prioritas utama yang harus dilakukan sebagai alat perlindungan diri saat petugas melakukan proses dekontaminasi. Sebab, selain dihadapkan pada instrumen atau alat medis kotor, juga terjadi kontak langsung dengan detergen enzymatik dan bahan kimia. Selain itu tempat untuk dekontaminasi juga harus sesuai standar karena area tersebut adalah area kotor, diharapkan tidak terjadi kontaminasi dengan area lain dan petugas CSSD lainnya.

Dengan demikian proses dekon taminasi akan berjalan dengan baik dan lancar, petugas me rasa aman, nyaman dan minimal risiko infeksi hingga dilakukan proses sterilisasi.

Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta fasilitas dan peralatan yang memadai, CSSD RSUD Blambangan terus berkomitmen menjaga kualitas dan sterilitas instrumen  atau alat medis serta keamanan dan kenyamanan petugas CSSD. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman,  bermutu, dan berorientasi pada keselamatan dan keamanan pasien.

Plt Direktur RSUD Blambangan dr Asiyah mengatakan, dengan melalui pelaksanaan dekontaminasi yang konsisten dan sesuai standar, RSUD Blambangan berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang profesional, aman, dan berkualitas. Hal ini sesuai dengan komitmen Bupati Ipuk Fiestiandani bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dan rumah sakit dapat meminimalkan risiko infeksi serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Banyuwangi. (*/sgt)

Editor : Titin Wulandari
#CSSD #pelayanan kesehatan #rsud blambangan