RADARBANYUWANGI.ID – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat kembali ditunjukkan RSU Bhakti Husada. Bekerja sama dengan Pondok Pesantren An-Nur Karangharjo, Kecamatan Glenmore, rumah sakit tersebut menggelar bakti sosial khitanan massal gratis yang diikuti puluhan anak dari berbagai wilayah sekitar pesantren.
Program sosial ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memberikan layanan khitan yang aman dan profesional bagi putra mereka.
Sejak pagi, para peserta bersama orang tua telah memadati lokasi kegiatan. Suasana hangat dan penuh semangat tampak mewarnai pelaksanaan khitanan yang ditangani langsung oleh tim medis berpengalaman dari RSU Bhakti Husada.
Vice Director Medical & Nursing RSU Bhakti Husada, Ns Angga Kusuma, S.Kep., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial rumah sakit yang secara rutin dilaksanakan untuk membantu masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan.
Menurutnya, khitanan massal bukan hanya kegiatan sosial semata, tetapi juga sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak dan pencegahan berbagai penyakit yang dapat diminimalkan melalui tindakan khitan.
“Melalui kegiatan bakti sosial khitanan massal ini, kami berharap dapat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan anak sejak dini. Kami juga ingin mempererat sinergi dengan Pondok Pesantren An-Nur serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Angga menjelaskan, seluruh proses khitan dilakukan dengan standar pelayanan medis yang ketat guna memastikan keamanan dan kenyamanan peserta. Tim dokter dan perawat profesional RSU Bhakti Husada turut memberikan pendampingan mulai dari proses pemeriksaan awal hingga edukasi perawatan pasca khitan.
Pendekatan tersebut dilakukan agar anak-anak yang mengikuti program dapat menjalani proses khitan dengan nyaman dan minim rasa takut. Selain itu, orang tua juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah perawatan yang harus dilakukan selama masa pemulihan.
Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta tidak hanya memperoleh layanan khitan secara gratis. Mereka juga mendapatkan obat-obatan, perlengkapan perawatan pasca khitan, serta bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril.
Pemberian paket perawatan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus memastikan hasil tindakan medis berjalan optimal.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta. Banyak orang tua mengaku terbantu dengan adanya program khitanan massal gratis yang diselenggarakan RSU Bhakti Husada bersama Pondok Pesantren An-Nur.
Selain meringankan beban ekonomi keluarga, mereka merasa lebih tenang karena tindakan khitan dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan profesional yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya.
Bagi sebagian keluarga, program semacam ini menjadi solusi untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus terbebani biaya yang cukup besar. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Kolaborasi antara fasilitas kesehatan dan lembaga pendidikan keagamaan juga dinilai menjadi langkah positif dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan lingkungan pesantren.
RSU Bhakti Husada menegaskan bahwa kegiatan sosial di bidang kesehatan akan terus menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan mengusung semangat melayani sepenuh hati, rumah sakit tersebut berupaya menghadirkan berbagai program promotif, preventif, dan kuratif yang dapat menjangkau lebih banyak warga.
Selain layanan sosial kemasyarakatan, RSU Bhakti Husada juga menyediakan berbagai layanan kesehatan mulai Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat jalan spesialis, rawat inap, kamar operasi, layanan hemodialisa, hingga berbagai fasilitas penunjang medis lainnya.
Melalui kegiatan khitanan massal ini, RSU Bhakti Husada berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di Banyuwangi.
“Kami ingin kehadiran rumah sakit tidak hanya dirasakan saat masyarakat membutuhkan pengobatan, tetapi juga melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Karena kesehatan adalah investasi penting untuk masa depan generasi yang lebih baik,” pungkas Angga. (*)
Editor : Ali Sodiqin