Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuaca Banyuwangi Tak Menentu, Dinkes Wanti-Wanti Ancaman DBD hingga Penyakit Kronis Saat Pancaroba

Sigit Hariyadi • Kamis, 28 Mei 2026 | 02:15 WIB
Dinkes Banyuwangi ingatkan ancaman DBD, diare, dan penyakit kronis meningkat saat cuaca pancaroba ekstrem. (ChatGPT)
Dinkes Banyuwangi ingatkan ancaman DBD, diare, dan penyakit kronis meningkat saat cuaca pancaroba ekstrem. (ChatGPT)

RADARBANYUWANGI.ID - Pagi terasa terik, siang mendadak mendung, sore diguyur hujan deras. Pola cuaca yang berubah drastis dalam hitungan jam kini makin sering dirasakan masyarakat Banyuwangi.

Namun di balik cuaca yang tampak biasa itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi mengingatkan ancaman serius: meningkatnya risiko penyakit infeksi, Demam Berdarah Dengue (DBD), hingga memburuknya penyakit kronis akibat perubahan cuaca ekstrem saat masa pancaroba.

Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan menjadi keluhan banyak warga.

Dalam beberapa hari suhu udara bisa terasa sangat panas, lalu mendadak berubah sejuk akibat langit tertutup awan dan hujan lebat.

Fenomena tersebut menurut Dinkes Banyuwangi bukan sekadar pergantian musim biasa.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan masa pancaroba menyebabkan perubahan suhu, kelembapan udara, curah hujan, hingga kualitas udara berlangsung sangat cepat.

Kondisi itu memaksa tubuh terus melakukan penyesuaian.

Akibatnya daya tahan tubuh masyarakat berpotensi menurun.

“Pancaroba menyebabkan perubahan suhu, kelembapan, curah hujan, dan kualitas udara berlangsung cepat. Kondisi ini membuat tubuh harus terus beradaptasi sehingga daya tahan bisa menurun. Udara lembap juga mempercepat pertumbuhan virus, bakteri, jamur, serta meningkatkan populasi nyamuk,” ujarnya.

Anak-anak hingga Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan

Menurut Amir, ketika kondisi tubuh sedang tidak prima, masyarakat akan lebih mudah terserang berbagai penyakit.

Kelompok yang paling berisiko antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, hingga penderita penyakit kronis.

Seperti hipertensi, diabetes, asma, gangguan paru, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.

Kondisi ini dinilai semakin serius karena pola penyakit masyarakat kini semakin kompleks.

“Penyakit infeksi masih tinggi, sementara penyakit metabolik dan kronis terus meningkat, dan ini menjadi perhatian serius karena pola penyakit masyarakat yang semakin kompleks, terutama saat pancaroba seperti ini,” tuturnya.

Kasus Diare dan DBD Masih Tinggi

Data Dinkes Banyuwangi menunjukkan penyakit yang dipicu kondisi lingkungan masih cukup tinggi.

Kasus diare tercatat mencapai sekitar 16.633 kasus.

Sementara kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai sekitar 550 kasus.

Jumlah itu berpotensi bertambah ketika curah hujan meningkat dan banyak muncul genangan air.

Kondisi lingkungan lembap dan tergenang menjadi tempat ideal berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD.

Ancaman tersebut diperparah dengan tingginya angka faktor risiko penyakit tidak menular.

Hasil Cek Kesehatan Ungkap Kondisi Mengkhawatirkan

Dinkes Banyuwangi juga menyoroti hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025 terhadap lebih dari 425 ribu warga dewasa.

Hasilnya menunjukkan cukup banyak warga memiliki risiko kesehatan yang dapat memperburuk kondisi saat cuaca berubah ekstrem.

Data tersebut menunjukkan:

Angka tersebut dinilai menjadi alarm serius.

"Artinya masyarakat kita saat ini bukan hanya menghadapi risiko flu atau batuk pilek biasa. Banyak warga memiliki penyakit penyerta yang membuat kondisi bisa cepat memburuk ketika cuaca berubah ekstrem," tegas Amir.

Dinkes Minta Warga Siapkan Obat Dasar dan Alat Kesehatan di Rumah

Dinas Kesehatan kini mendorong masyarakat membangun kesiapsiagaan kesehatan mulai dari lingkungan keluarga.

Amir mengingatkan warga tidak menunggu kondisi sakit berat sebelum melakukan tindakan.

"Jangan menunggu sakit berat baru panik. Rumah tangga harus mulai memiliki kesiapan dasar kesehatan. Ini penting untuk deteksi dini dan penanganan awal," katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Banyuwangi Faiz Fadholi menambahkan setiap rumah idealnya memiliki persediaan obat dan alat kesehatan sederhana.

Seperti paracetamol, oralit, antiseptik luka, obat alergi, plester, hingga kotak P3K.

Sementara alat kesehatan dasar yang disarankan antara lain termometer digital dan tensimeter.

“Minimal tersedia paracetamol, oralit, antiseptik luka, obat alergi, plester, serta alat seperti termometer digital, tensimeter, dan kotak P3K,” jelasnya.

Jangan Sembarangan Minum Antibiotik

Faiz juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.

Karena antibiotik bukan solusi untuk seluruh jenis penyakit.

Penggunaan yang tidak tepat justru berisiko memicu resistensi.

“Antibiotik bukan obat semua penyakit. Penggunaan yang tidak tepat justru dapat menyebabkan resistensi antibiotik sehingga infeksi di kemudian hari menjadi lebih sulit ditangani,” terangnya.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga pola hidup sehat melalui tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, minum air putih, olahraga rutin, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dinkes juga mengingatkan warga agar rutin membersihkan tempat penampungan air, talang rumah, hingga kamar mandi.

“Jangan ada genangan air di sekitar rumah. Bersihkan tempat penampungan air, talang, kamar mandi, dan lingkungan sekitar secara rutin. DBD masih menjadi ancaman serius saat musim hujan,” ujar Faiz.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berbahaya seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas, nyeri dada, muntah terus-menerus, kejang, penurunan kesadaran, hingga gejala perdarahan yang mengarah pada DBD.

Saat ini Dinkes Banyuwangi terus memperkuat edukasi melalui Puskesmas, Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), sekolah, kader kesehatan, hingga jejaring lintas sektor agar masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#cuaca Banyuwangi #DBD Banyuwangi #pancaroba Banyuwangi #penyakit saat musim hujan #Dinkes Banyuwangi