Radarbanyuwangi.id - RSUD Genteng terus meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk dalam penanganan gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Salah satu prosedur yang kini menjadi pemeriksaan andalan dalam membantu menegakkan diagnosis secara akurat adalah nasoendoskopi.
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-BKL) RSUD Genteng, dr. Idama Asido Rohana Simanjuntak, Sp.T.H.T.B.K.L., menjelaskan bahwa nasoendoskopi merupakan prosedur pemeriksaan menggunakan kamera kecil berbentuk kaku yang dimasukkan melalui lubang hidung untuk melihat kondisi bagian dalam hidung secara lebih jelas dan detail.
Menurut dr. Idama, pemeriksaan ini sangat membantu dokter dalam mendeteksi berbagai gangguan pada saluran hidung yang sering kali sulit terlihat melalui pemeriksaan biasa. Beberapa kondisi yang dapat diketahui melalui nasoendoskopi antara lain pembengkakan jaringan hidung, polip hidung, infeksi, perdarahan, hingga sinusitis.
“Dengan nasoendoskopi, dokter dapat melihat kondisi rongga hidung secara langsung sehingga diagnosis yang ditegakkan menjadi lebih akurat. Hal ini tentu sangat membantu dalam menentukan terapi atau penanganan yang tepat bagi pasien,” ujar dr. Idama.
Baca Juga: RSUD Genteng Perkuat Layanan Mikrobiologi Klinis, Diagnosis Infeksi Kini Lebih Cepat dan Akurat
Ia menjelaskan, prosedur nasoendoskopi umumnya berlangsung singkat dan hanya memerlukan waktu beberapa menit. Sebelum tindakan dilakukan, pasien biasanya akan diberikan anestesi semprot lokal agar pemeriksaan terasa lebih nyaman.
“Sebagian pasien mungkin akan merasakan sedikit tidak nyaman atau muncul keinginan untuk bersin ketika alat dimasukkan ke dalam hidung. Namun secara umum tindakan ini tidak menimbulkan rasa nyeri berat dan aman dilakukan,” jelasnya.
Selain untuk membantu diagnosis awal, nasoendoskopi juga kerap digunakan untuk memantau perkembangan kondisi pasien setelah menjalani pengobatan maupun tindakan medis tertentu. Dengan hasil pemeriksaan yang lebih detail, dokter dapat mengevaluasi kondisi pasien secara berkala dan menentukan langkah penanganan lanjutan apabila diperlukan.
dr. Idama juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan pada hidung yang berlangsung dalam waktu lama. Keluhan seperti hidung tersumbat berkepanjangan, pilek yang tidak kunjung membaik, mimisan berulang, nyeri wajah, sakit kepala, hingga gangguan penciuman sebaiknya segera diperiksakan ke dokter THT.
“Deteksi dini sangat penting agar gangguan pada hidung dapat segera ditangani sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih serius,” tambahnya.
Melalui layanan pemeriksaan yang semakin lengkap, RSUD Genteng berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan THT yang lebih optimal, cepat, dan tepat sasaran.(*/sgt)
Editor : Titin Wulandari