Radarbanyuwangi.id - RS Al Huda (RSAH) menggelar skill station dan pit stop pengelolaan fasilitas dan program keselamatan pada Kamis sampai Sabtu (21-23/ 5).
Direktur RS Al Huda dr Indiati MMRS mengatakan bahwa Kegiatan ini rutin dilakukan bagi seluruh karyawan dalam rangka peningkatan kualitas petugas. Dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis simulasi atau praktik secara langsung. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan bergantian menuju ke masing-masing pos atau station untuk berlatih bersama instruktur terlatih dari Tim Ahli K3 Umum RS Al Huda.
Peserta diberi kesempatan berlatih di hadapan instruktur. Selanjutnya, instruktur memberikan evaluasi, umpan balik, dan memperbaiki teknik peserta hingga siap secara teknik dan dapat menerapkannya dengan baik dan sesuai prosedur.
Setiap station fokus pada keahlian spesifik seperti keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit, keamanan rumah sakit, penanggulangan kebakaran, tanggap darurat dan evakuasi bencana, pengelolaan limbah B3, serta pengelolaan sistem utilitas serta pengelolaan peralatan medis.
Diharapkan setiap petugas akan semakin terlatih, lebih disiplin, dan bertanggung jawab dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan bencana baik dari internal maupun eksternal di rumah sakit
Kewaspadaan akan bencana internal meliputi pengawasan terhadap bahan-bahan rawan terbakar dan cara melakukan pemadaman kebakaran dengan APAR atau hydrant. Mematuhi prosedur operasional standar yang jelas pada setiap peralatan.
Selanjutnya peserta melakukan praktik bagaimana menghadapi kejadian pencurian atau respons terhadap kecelakaan kerja.
Peserta juga mendapat bekal Tindakan apa yang bisa dilakukan bila terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus atau bencana sosial seperti kerusuhan atau teror. “Sehingga kita dapat memberikan pertolongan berdasar kegawatan dan membantu prosedur evakuasi dengan baik dan meminimalkan korban,” ujar dr Indiati.
Insting karyawan terhadap kewaspadaan bencana dan kebakaran terus diasah secara berkala, sehingga tercipta kondisi siaga bencana. “Dengan keberadaan petugas terlatih, pasien dan seluruh pengunjung merasa aman, fasilitas sarana prasarana terjaga dengan baik, dan pelayanan bisa diberikan seoptimal mungkin,” tuturnya. (*/sgt)
Editor : Titin Wulandari