RADARBANYUWANGI.ID – Kabar baik bagi pasien kanker di Banyuwangi. Mulai 1 Juni 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan resmi membuka layanan kemoterapi bagi peserta BPJS Kesehatan.
Kehadiran layanan tersebut menjadi langkah besar dalam mendekatkan akses pengobatan kanker bagi masyarakat Banyuwangi yang selama ini harus menjalani terapi di luar daerah.
Kini, pasien tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh maupun mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi dan akomodasi saat menjalani kemoterapi.
Kerja sama layanan kemoterapi itu ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas antara RSUD Blambangan dan BPJS Kesehatan yang berlangsung di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu (20/5/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung Direktur RSUD Blambangan dr. Asiyah bersama Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut hadirnya layanan kemoterapi BPJS di RSUD Blambangan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan kanker yang lebih mudah dijangkau.
“Alhamdulillah kerja sama ini bisa terealisasi. Dengan adanya layanan kemoterapi di RSUD Blambangan maka pasien kemoterapi bisa mengakses layanan lebih dekat dan mudah, sehingga ini dapat meringankan beban pasien dan keluarga mereka,” kata Ipuk.
Pasien Kanker Tak Lagi Dirujuk Keluar Banyuwangi
Selama ini, pasien peserta BPJS yang membutuhkan kemoterapi harus dirujuk ke rumah sakit di luar Banyuwangi karena keterbatasan layanan.
Kondisi itu kerap menjadi beban tersendiri bagi pasien kanker dan keluarganya, terutama dari sisi biaya perjalanan, waktu, hingga kondisi fisik pasien yang harus bolak-balik menjalani terapi.
Kini, dengan kerja sama resmi bersama BPJS Kesehatan, layanan kemoterapi dapat dilakukan langsung di RSUD Blambangan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap layanan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan pasien kanker di daerah.
“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah berkomitmen mendukung peningkatan layanan kesehatan di Banyuwangi khususnya layanan kemoterapi,” ujar Ipuk.
Fasilitas Kemoterapi Sudah Disiapkan Sejak 2025
Direktur RSUD Blambangan dr. Asiyah menjelaskan seluruh fasilitas layanan kemoterapi sebenarnya telah dipersiapkan sejak 2025.
Baik sarana prasarana maupun sumber daya manusia disebut sudah memenuhi standar layanan pengobatan kanker modern.
“Layanan kemoterapi BPJS mulai beroperasi 1 Juni 2026. Pasien yang sebelumnya menjalani terapi di luar Banyuwangi bisa memanfaatkan layanan ini dengan rekomendasi dokter penanggung jawab,” jelas dr. Asiyah.
Ia menegaskan, kemoterapi merupakan terapi berbasis paket sehingga pelaksanaannya harus sesuai rekomendasi dokter yang menangani pasien.
“Karena kemoterapi ini terapi paket, jadi untuk pelaksanaannya harus atas rekomendasi dokter yang menangani,” katanya.
Didukung Ruang Sitotoksik dan Dokter Subspesialis Kanker
RSUD Blambangan kini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kemoterapi sesuai standar keamanan medis.
Salah satunya Ruang Handling Sitotoksik yang digunakan untuk peracikan obat kemoterapi. Ruangan tersebut dilengkapi BioSafety Cabinet (BSC) guna menjamin keamanan dalam proses pencampuran obat sitotoksik.
Selain itu tersedia pula Ruang One Day Care Kemoterapi untuk pelayanan kemoterapi rawat jalan.
Tak hanya fasilitas fisik, layanan kanker di RSUD Blambangan juga diperkuat tenaga medis spesialis dan subspesialis yang kompeten di bidang onkologi.
Di antaranya dokter subspesialis bedah onkologi, subspesialis onkologi toraks, dokter spesialis penyakit dalam dengan fellowship Internis Fellow Onkologi (IFO), hingga dokter spesialis paru dengan fellowship terapi sistemik onkologi toraks.
Layanan tersebut juga didukung tenaga kefarmasian khusus dan perawat kemoterapi yang telah memiliki kompetensi penanganan pasien kanker.
Jadi Langkah Besar Peningkatan Layanan Kesehatan Banyuwangi
Dibukanya layanan kemoterapi BPJS di RSUD Blambangan dinilai menjadi tonggak penting peningkatan layanan kesehatan daerah.
Selain mempercepat akses pengobatan, layanan ini diharapkan mampu meningkatkan angka keberhasilan terapi pasien kanker karena penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga menargetkan RSUD Blambangan terus berkembang menjadi rumah sakit rujukan regional dengan layanan spesialis yang semakin lengkap.
Dengan fasilitas dan SDM yang kini dimiliki, RSUD Blambangan diharapkan mampu memberikan pelayanan kanker yang setara dengan rumah sakit besar di kota-kota lain tanpa harus membuat warga Banyuwangi pergi jauh untuk berobat. (*)
Editor : Ali Sodiqin