Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RS Al Huda dan PKM Gentengkulon Gencar Cegah Stunting, Edukasi Ibu Hamil hingga Lansia di Posyandu Seruni

Sigit Hariyadi • Selasa, 19 Mei 2026 | 04:33 WIB
BERI EDUKASI: Tim PKRS Al Huda melakukan pendampingan dan pembinaan kegiatan Posyandu  Seruni, Dusun Jalen, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Selasa (12/5) lalu. (Dok. RS Al Huda)
BERI EDUKASI: Tim PKRS Al Huda melakukan pendampingan dan pembinaan kegiatan Posyandu Seruni, Dusun Jalen, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Selasa (12/5) lalu. (Dok. RS Al Huda)

RADARBANYUWANGI.ID – Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat terus digencarkan di Banyuwangi. Kali ini, RS Al Huda bersama Puskesmas Genteng Kulon berkolaborasi melakukan pendampingan dan pembinaan kesehatan di Posyandu Seruni, Dusun Jalen, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (12/5) lalu itu tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menyasar kelompok lansia melalui edukasi kesehatan terpadu dan pemeriksaan langsung di lapangan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Kepala Puskesmas Genteng Kulon, Suroso SKM, mengatakan kegiatan pendampingan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Menurutnya, sinergi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit sangat penting untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada RS Al Huda atas kerja sama dan sinergisitas yang telah terjalin apik selama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim RSAH, Dewi Mandasari, menjelaskan bahwa kegiatan melibatkan tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Al Huda yang terdiri dari dokter umum, ahli gizi, perawat, dan bidan.

Tim tersebut memberikan edukasi seputar kesehatan ibu hamil, bayi dan balita, hingga lansia dengan pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami masyarakat.

Dalam penyuluhan tersebut, tim menekankan bahwa kesehatan ibu hamil menjadi faktor utama dalam memutus rantai tengkes atau stunting. Kondisi fisik dan mental ibu selama kehamilan dinilai sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Selain itu, masyarakat juga diedukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada bayi dan balita, pemberian ASI eksklusif, hingga makanan pendamping ASI yang tepat.

Tidak hanya soal makanan, kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi perhatian penting dalam mencegah stunting. Tim kesehatan mengingatkan pentingnya imunisasi dasar lengkap untuk meningkatkan perlindungan kesehatan anak sejak dini.

Pada kelompok lansia, edukasi difokuskan pada upaya menjaga kemandirian dan kualitas hidup. Mulai pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga dukungan sosial dan mental menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan usia lanjut.

“Alhamdulillah semua peserta yang hadir sangat antusias, kegiatan dikemas sangat menarik. Selain penyuluhan, ada senam lansia, praktik pijat laktasi, konsultasi gizi, serta pemeriksaan kesehatan bayi dan balita,” ujar dr Dewi.

Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan materi kesehatan, peserta juga memanfaatkan layanan konsultasi langsung dengan tenaga medis terkait kondisi kesehatan masing-masing.

Kolaborasi dengan puskesmas disebut menjadi salah satu strategi RS Al Huda untuk menjangkau masyarakat lebih luas sekaligus memperkuat kapasitas kader posyandu dalam memberikan edukasi kesehatan dasar.

Menurut dr Dewi, RSAH berkomitmen terus mendukung berbagai program kesehatan pemerintah daerah, khususnya program BTS (Banyuwangi Tanggap Stunting) yang saat ini menjadi fokus utama Pemkab Banyuwangi.

“RSAH akan selalu berperan aktif menyukseskan program pemerintah, khususnya Pemkab Banyuwangi yaitu BTS atau Banyuwangi Tanggap Stunting,” katanya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi gizi untuk ibu hamil, bayi, balita, maupun lansia, layanan dapat diakses melalui Klinik Konsultasi Gizi RS Al Huda atau melalui kontak layanan di nomor 0852 3657 0319.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga, gizi, dan pencegahan stunting semakin meningkat sehingga mampu menciptakan generasi Banyuwangi yang lebih sehat dan berkualitas. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Posyandu Seruni #pencegahan stunting Banyuwangi #PKM Gentengkulon #edukasi kesehatan ibu hamil #RS Al Huda Banyuwangi