RADARBANYUWANGI.ID – RSUD Blambangan terus berinovasi meningkatkan layanan kesehatan ibu dan bayi. Melalui Ruang Sayuwiwit, rumah sakit milik pemerintah daerah itu kini menghadirkan layanan pijat oksitosin, metode non-farmakologis yang dirancang membantu kelancaran produksi ASI sekaligus memberikan kenyamanan bagi ibu pasca persalinan.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan pelayanan kesehatan modern yang tidak hanya fokus pada pemulihan fisik ibu nifas, tetapi juga kesehatan mental dan keberhasilan proses menyusui sejak hari-hari pertama kelahiran bayi.
Bagi sebagian ibu pasca melahirkan, kondisi ASI yang belum keluar banyak kerap memicu kecemasan. Padahal secara medis, produksi ASI pada fase awal umumnya masih berupa kolostrum dengan volume sekitar 10 hingga 100 cc.
Kolostrum sendiri merupakan cairan pertama yang sangat penting bagi bayi karena kaya antibodi dan nutrisi penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk membantu memperlancar proses menyusui, Ruang Sayuwiwit menghadirkan layanan pijat oksitosin yang dilakukan langsung oleh bidan profesional. Teknik pijatan dilakukan di sepanjang tulang belakang atau vertebra pasien untuk merangsang Let-Down Reflex.
Rangsangan tersebut akan memicu saraf mengirim sinyal ke kelenjar hipofisis agar melepaskan hormon oksitosin, hormon yang berperan penting dalam memperlancar pengeluaran ASI.
Selain membantu kelancaran ASI, pijat oksitosin juga memberikan efek relaksasi pada ibu nifas. Kondisi tubuh dan pikiran yang lebih tenang dinilai sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses menyusui.
Kepala Ruang Sayuwiwit RSUD Blambangan, Tika Rahmayanti SKeb, mengatakan bahwa layanan tersebut merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, modern, dan holistik.
Menurut dia, pijat oksitosin tidak sekadar menjadi terapi pelengkap, tetapi juga bagian dari dukungan emosional kepada ibu pasca melahirkan agar lebih nyaman dan percaya diri dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
“Cinta yang mengalir dalam sentuhan di Ruang Sayuwiwit, pijat oksitosin hadir untuk mengubah lelah menjadi tenang dan cemas menjadi aliran ASI yang lancar karena bagi kami setiap tetes ASI merupakan bahasa cinta paling tulus dari seorang ibu untuk masa depan buah hatinya,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Blambangan, dr Asiyah, menegaskan bahwa inovasi layanan tersebut menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, perawatan ibu nifas saat ini tidak cukup hanya berfokus pada pemulihan medis, tetapi juga harus memperhatikan aspek psikologis serta kenyamanan ibu selama masa menyusui.
Ia menambahkan, layanan pijat oksitosin sejalan dengan arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mendorong seluruh fasilitas kesehatan terus melakukan inovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Dengan adanya layanan pijat oksitosin, RSUD Blambangan membuktikan bahwa perawatan ibu nifas kini lebih dari sekadar pemulihan fisik, melainkan sebuah bentuk dukungan penuh kasih untuk masa depan generasi Banyuwangi yang lebih sehat,” ujarnya.
Keberadaan layanan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan keberhasilan program ASI eksklusif di Banyuwangi sekaligus membantu menekan risiko stres pada ibu pasca persalinan.
Melalui pendekatan pelayanan yang lebih menyeluruh, RSUD Blambangan ingin memastikan setiap ibu mendapatkan pengalaman perawatan yang aman, nyaman, dan berkualitas selama masa nifas hingga proses menyusui berlangsung optimal. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin