RADARBANYUWANGI.ID – RSUD Genteng terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dengan menghadirkan layanan laboratorium mikrobiologi klinis yang modern, akurat, dan terpercaya. Penguatan layanan ini menjadi langkah strategis rumah sakit dalam mendukung diagnosis penyakit infeksi secara lebih cepat dan tepat.
Di tengah meningkatnya tantangan penanganan penyakit infeksi dan resistensi antibiotik, keberadaan layanan mikrobiologi klinis dinilai sangat penting dalam membantu tenaga medis menentukan terapi yang sesuai bagi pasien.
Layanan mikrobiologi sendiri merupakan pemeriksaan laboratorium yang berfungsi mendeteksi mikroorganisme penyebab penyakit, mulai bakteri, virus, jamur, hingga parasit. Pemeriksaan ini berperan penting dalam memastikan penyebab infeksi sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih efektif dan terarah.
RSUD Genteng kini menyediakan berbagai layanan pemeriksaan mikrobiologi yang semakin lengkap. Pemeriksaan tersebut meliputi kultur dan identifikasi bakteri dari berbagai jenis sampel seperti darah, urine, dahak, luka, hingga feses.
Selain itu, rumah sakit juga menghadirkan layanan uji sensitivitas antibiotik atau antibiogram untuk mengetahui efektivitas antibiotik terhadap bakteri penyebab infeksi. Pemeriksaan ini penting untuk membantu dokter menentukan jenis antibiotik yang paling tepat sehingga pengobatan menjadi lebih optimal.
Tidak hanya itu, layanan pemeriksaan mikroskopis melalui pewarnaan Gram juga tersedia untuk mendukung identifikasi awal bakteri penyebab penyakit.
RSUD Genteng bahkan telah menyediakan layanan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk pemeriksaan Tuberkulosis, HIV, dan Hepatitis B. Teknologi tersebut memungkinkan hasil pemeriksaan keluar lebih cepat dengan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibanding metode konvensional.
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Genteng, dr Julious SpPK, mengatakan bahwa kualitas hasil pemeriksaan laboratorium sangat dipengaruhi oleh dukungan sumber daya manusia profesional, penggunaan teknologi modern, serta penerapan standar mutu laboratorium yang ketat.
Menurut dia, pemeriksaan mikrobiologi memiliki peran vital dalam membantu dokter mengambil keputusan medis secara tepat.
“Pemeriksaan mikrobiologi membantu dokter dalam menentukan terapi yang tepat sehingga penanganan pasien dapat dilakukan secara lebih efektif dan optimal,” ujarnya.
Lebih jauh, layanan mikrobiologi klinis tidak hanya berfungsi untuk mendukung diagnosis pasien secara individual. Pemeriksaan tersebut juga memiliki kontribusi besar dalam program pengendalian resistensi antibiotik di rumah sakit.
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat selama ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus resistensi bakteri. Karena itu, hasil pemeriksaan mikrobiologi dan antibiogram menjadi acuan penting agar pemberian antibiotik lebih rasional dan sesuai kebutuhan pasien.
Selain itu, layanan ini juga berperan dalam pencegahan infeksi nosokomial atau infeksi yang terjadi di lingkungan rumah sakit. Monitoring penyakit infeksi secara berkala dinilai penting untuk menjaga keamanan pasien maupun tenaga kesehatan.
Dengan penguatan layanan laboratorium mikrobiologi klinis tersebut, RSUD Genteng berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, profesional, dan berkualitas bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.
Komitmen pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi modern itu juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis yang semakin akurat dan terpercaya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin