Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ratusan Kader Posyandu Banyuwangi Digembleng di De Djawatan, Didorong Kuasai Data dan Pengambilan Keputusan Desa

Ali Sodiqin • Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB
Ratusan kader posyandu Banyuwangi digembleng di De Djawatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan pengambilan keputusan berbasis data. (banyuwangikab.go.id)
Ratusan kader posyandu Banyuwangi digembleng di De Djawatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan pengambilan keputusan berbasis data. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Ratusan kader posyandu dari berbagai desa di Banyuwangi mengikuti Jambore Kader Posyandu di kawasan wisata Hutan De Djawatan, Selasa (12/5/2026). Tidak sekadar ajang kumpul kader kesehatan desa, kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas perempuan desa dalam pelayanan kesehatan berbasis data dan pengambilan keputusan di tingkat lokal.

Sebanyak lebih dari 300 kader posyandu ambil bagian dalam jambore tersebut. Mereka merupakan kader yang telah mendapatkan pelatihan melalui program Pengambilan Keputusan oleh Perempuan Berdaya (Puspadaya), hasil kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, Universitas Airlangga, dan Politeknik Negeri Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, kader posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di masyarakat.

“Kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader posyandu yang terus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari laman banyuwangikab.go.id.

Jambore tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua TP PKK Banyuwangi Anna Nazili Hanim Mujiono, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam Unair Rahardian Indartosusilo, serta Ketua Research Group for Health and Wellbeing of Women and Children Susy Katikana.

Dalam program Puspadaya, para kader dibekali kemampuan menggunakan aplikasi digital untuk mengumpulkan serta melaporkan data ibu hamil dan balita di desa masing-masing. Tidak hanya itu, kader juga dilatih memahami makna data yang dikumpulkan hingga menyusun program gizi berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Kemampuan tersebut kemudian diuji dalam jambore melalui berbagai lomba kompetensi. Para kader diminta melakukan presentasi, praktik penggunaan aplikasi, konsultasi kesehatan, interpretasi data, hingga simulasi negosiasi dalam pengambilan keputusan.

“Lewat kegiatan ini, kami berharap kapasitas para kader semakin meningkat. Kualitas dan kuantitas keterlibatan kader perempuan dalam pengambilan keputusan tingkat desa juga semakin meningkat,” kata Ipuk.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara Pemkab Banyuwangi, Unair, dan Poliwangi terkait implementasi lanjutan program Puspadaya.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun sistem integrasi data kesehatan desa guna memperkuat kapasitas pengambilan keputusan berbasis data oleh kader kesehatan di tingkat desa.

Program Puspadaya sendiri telah berjalan sejak Juni 2025. Hingga saat ini, program tersebut telah melatih 208 kader posyandu di Desa Tampo, Desa Sraten, Desa Sembulung, dan Desa Benculuk melalui total 1.134 sesi pendampingan.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, jumlah kader posyandu di Banyuwangi saat ini mencapai lebih dari 13 ribu orang.

Menurutnya, jambore kader menjadi agenda rutin tahunan untuk meningkatkan kompetensi pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

“Jambore Kader Posyandu kita laksanakan setiap tahun untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader dalam pelayanan,” ujarnya.

Penguatan kapasitas kader posyandu dinilai menjadi salah satu langkah penting Banyuwangi dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas. Terlebih, kader selama ini menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan ibu hamil, balita, hingga pencegahan stunting di desa-desa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Jambore Kader Posyandu Banyuwangi #Puspadaya Banyuwangi #kader kesehatan desa #Hutan De Djawatan #Ipuk Fiestiandani