Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

718 Warga Serbu Operasi Katarak Gratis Banyuwangi, Ribuan Antre Layanan Mata Tanpa Biaya

Sigit Hariyadi • Kamis, 30 April 2026 | 07:30 WIB
BERLANGSUNG 5 HARI: Sekkab Guntur Priambodo (udeng merah) didampingi Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi katarak gratis di Markas PMI Banyuwangi pada Selasa (28/4). Baksos ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (2/5). (Dini for Radar Banyuwangi)
BERLANGSUNG 5 HARI: Sekkab Guntur Priambodo (udeng merah) didampingi Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi katarak gratis di Markas PMI Banyuwangi pada Selasa (28/4). Baksos ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (2/5). (Dini for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Antusiasme warga Banyuwangi, Jawa Timur, membeludak. Sebanyak 718 orang tercatat mendaftar dalam program operasi katarak gratis di Banyuwangi, menegaskan tingginya kebutuhan layanan kesehatan mata yang terjangkau di masyarakat.

Program bakti sosial yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Palang Merah Indonesia (PMI), dan John Fawcett Foundation (JFF) ini kembali digelar selama lima hari, mulai Selasa (28/4) hingga Sabtu (2/5).

Dari ratusan pendaftar, tahap pertama ditargetkan mampu menangani sekitar 300 hingga 350 pasien.

Konsisten 12 Tahun, Ribuan Mata Terselamatkan

Program ini bukan inisiatif baru. Sejak dimulai pada 2014, layanan operasi katarak gratis ini telah membantu lebih dari 4.500 warga mendapatkan kembali penglihatannya.

Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengapresiasi konsistensi para pihak yang terlibat dalam program tersebut.

“Kami berterima kasih kepada PMI Banyuwangi dan John Fawcett Foundation yang terus menghadirkan layanan ini. Dampaknya sangat nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan di Markas PMI Banyuwangi.

Lebih dari Sekadar Operasi Katarak

Tak hanya operasi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan kesehatan mata secara komprehensif. Mulai dari pemeriksaan mata gratis untuk 1.500 hingga 2.000 orang, penanganan gangguan refraksi pada 151 pasien, hingga pemasangan bola mata palsu (protesa) bagi 15 pasien.

Seluruh layanan melibatkan tujuh dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari berbagai instansi.

Pelaksanaan operasi dilakukan di dua lokasi utama, yakni Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.

Kolaborasi Internasional untuk Kemanusiaan

Ketua JFF Indonesia, I Gede Bingin, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendukung upaya penanggulangan kebutaan di Indonesia, khususnya akibat katarak.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan JFF Australia Board Member, dr Joss Meyer, yang turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara Australia dan Indonesia dalam aksi kemanusiaan. Kami sangat senang bisa terlibat langsung,” ungkapnya.

Harapan Baru bagi Pasien

Bagi para pasien, program ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga harapan untuk kembali menjalani hidup normal.

Sayunah (52), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, menjadi salah satu peserta yang telah menunggu kesempatan ini selama tiga tahun. Ia mengalami katarak pada mata kirinya sejak lama.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut operasi gratis ini. Semoga setelah ini bisa melihat normal lagi,” ujarnya penuh harap.

Cerita lain datang dari M Misbahul Munir (32), warga Tulungagung, yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti program pemasangan bola mata palsu.

Ia mengaku biaya prosedur tersebut di rumah sakit bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp15 juta—angka yang sulit dijangkau tanpa bantuan.

“Saya tahu informasi ini dari Facebook. Saya sengaja pulang dari Kalimantan karena kesempatan seperti ini sangat langka,” katanya.

Dampak Ekonomi dan Produktivitas

Selain memulihkan kesehatan, program ini juga berdampak langsung pada produktivitas masyarakat. Katarak yang tidak ditangani dapat menghambat aktivitas sehari-hari, bahkan menurunkan kemampuan bekerja.

Dengan kembali normalnya penglihatan, warga diharapkan dapat kembali beraktivitas secara optimal.

Kebutuhan Masih Tinggi

Jumlah pendaftar yang mencapai ratusan menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan mata masih sangat tinggi, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

Program seperti ini menjadi solusi nyata sekaligus pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif.

Dengan konsistensi selama lebih dari satu dekade, operasi katarak gratis di Banyuwangi bukan hanya program medis—tetapi gerakan kemanusiaan yang mengembalikan harapan, satu pasang mata dalam satu waktu. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#operasi katarak gratis Banyuwangi #layanan kesehatan mata gratis #pengobatan mata gratis #PMI Banyuwangi #John Fawcett Foundation