RADARBANYUWANGI.ID – Ketombe yang terus muncul meski rambut sudah rutin dicuci sering kali membuat banyak orang frustrasi. Salah satu penyebab utamanya ternyata bukan sekadar kulit kepala kering, melainkan pertumbuhan berlebih jamur alami bernama Malassezia.
Jamur ini sebenarnya hidup secara normal di permukaan kulit dan kulit kepala manusia. Dalam jumlah wajar, keberadaannya tidak berbahaya. Namun, ketika produksinya berlebihan, Malassezia dapat memicu masalah kulit kepala seperti ketombe, gatal, kemerahan, hingga dermatitis seboroik.
Malassezia sangat menyukai area yang kaya minyak atau sebum. Karena itu, jamur ini lebih mudah berkembang pada kulit kepala yang berminyak, lembap, dan sering berkeringat.
Saat jumlahnya meningkat, jamur ini memecah minyak alami kulit dan menghasilkan zat yang dapat memicu iritasi serta peradangan. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan kulit kepala mengelupas dan menimbulkan serpihan putih atau kekuningan yang dikenal sebagai ketombe.
Tidak sedikit orang yang mengira ketombe muncul karena kurang menjaga kebersihan rambut. Padahal, faktor pemicunya bisa jauh lebih kompleks.
Beberapa kondisi yang dapat mempercepat pertumbuhan Malassezia antara lain kulit kepala berminyak, stres, perubahan cuaca, penggunaan produk styling seperti pomade atau wax, serta jarang keramas.
Untuk mengatasinya, langkah pertama yang paling dianjurkan adalah menggunakan sampo antijamur.
Sampo dengan kandungan ketoconazole, zinc pyrithione, selenium sulfide, atau asam salisilat dinilai efektif membantu mengendalikan pertumbuhan jamur sekaligus mengurangi ketombe.
Penggunaannya disarankan sekitar dua hingga tiga kali seminggu, dengan cara didiamkan selama tiga hingga lima menit sebelum dibilas agar kandungan aktifnya bekerja maksimal.
Selain itu, menjaga kebersihan rambut dengan keramas secara rutin juga menjadi langkah penting.
Bagi pemilik kulit kepala berminyak, keramas setiap hari atau dua hari sekali dapat membantu mengurangi minyak berlebih yang menjadi “makanan” jamur tersebut.
Penggunaan produk rambut yang berat dan berminyak juga sebaiknya dikurangi sementara waktu.
Pomade, hair oil, maupun wax dapat memperburuk kondisi karena membuat kulit kepala semakin lembap dan berminyak.
Jika ketombe disertai kerak kuning tebal, rasa gatal berlebihan, atau kemerahan yang tidak kunjung membaik, kondisi tersebut bisa mengarah pada dermatitis seboroik.
Dalam kasus seperti ini, pemeriksaan ke dokter kulit sangat disarankan agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Dengan perawatan yang tepat, pertumbuhan jamur Malassezia dapat dikendalikan dan kulit kepala kembali sehat. (*)
Editor : Ali Sodiqin