Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RSUD Blambangan Lawan TBC Bersama Keluarga, Cegah Penularan, Dukung Kesembuhan

Titin Wulandari • Selasa, 31 Maret 2026 | 08:44 WIB
FASILITAS MEDIS MEMADAI:  Dokter Spesialis Paru dr Dedy Sasongko, SpP memeriksa salah satu pasien TBC di RSUD Blambangan. (PUTRI RSUD BLAMBANGAN UNTUK RABA)
FASILITAS MEDIS MEMADAI: Dokter Spesialis Paru dr Dedy Sasongko, SpP memeriksa salah satu pasien TBC di RSUD Blambangan. (PUTRI RSUD BLAMBANGAN UNTUK RABA)

 

RadarBanyuwangi.id - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit TBC menjadi salah satu penyakit menular yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Diagnosis yang tepat sejak dini menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi serta penularan lebih luas.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini tidak hanya menyerang individu, tetapi juga berpotensi menyebar dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan, pengobatan, dan pemulihan pasien TBC.

Di RSUD Blambangan, layanan pemeriksaan TBC ditangani langsung oleh dokter spesialis paru, yakni dr Dedy Sasongko, SpP. Dengan dukungan fasilitas medis yang memadai dan berpengalaman di bidang penyakit paru, pasien dapat menjalani rangkaian pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari konsultasi awal hingga penegakan diagnosis.

Baca Juga: RSUD Blambangan Hadirkan Layanan PONEK 24 Jam, Siaga Tangani Darurat Ibu dan Bayi di Banyuwangi

Keluarga merupakan garis pertahanan pertama dalam mendeteksi gejala TBC. Batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, demam, dan keringat malam adalah beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan. Dengan dukungan keluarga, pasien dapat lebih cepat mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat.

Selain itu, kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi kunci utama kesembuhan TBC. Pengobatan TBC membutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya minimal enam bulan, sehingga kontrol berkala menjadi bagian penting untuk memastikan efektivitas pengobatan dan mencegah resistensi obat.

Dalam proses ini, keluarga berperan sebagai pendamping yang memastikan pasien rutin minum obat sesuai anjuran dokter. Dukungan moral juga sangat penting agar pasien tidak merasa sendiri dan tetap semangat menjalani terapi.

Baca Juga: RSUD Blambangan Perkuat Layanan NICU dengan Ventilator Neonatus, Tingkatkan Keselamatan Bayi Prematur di Banyuwangi

Plt Direktur Rsud Blambangan dr Asiyah menambahkan, dengan adanya layanan dokter spesialis paru di RSUD Blambangan, masyarakat Banyuwangi kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan kesehatan berkualitas. Deteksi dini, penanganan tepat, dan dukungan tenaga medis profesional menjadi kunci dalam mewujudkan kesembuhan serta memutus rantai penularan TBC.

”Hal ini sesuai dengan arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bahwasanya masyarakat bisa mendapatkan penanganan lebih cepat, tepat , merata dan mudah diakses untuk masyarakat Banyuwangi,’’ kata dr Asiyah. (*/aif)

 

Editor : Titin Wulandari
#penyakit #rsud blambangan #tbc #medis