RADARBANYUWANGI.ID – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Gambiran, Banyuwangi, menyiapkan layanan kesehatan secara maksimal.
Berbagai sarana prasarana serta tim medis disiagakan penuh untuk memberikan pelayanan selama 24 jam.
Kesiapan tersebut dikemas dalam program tahunan Operasi Ketupat 2026, yang telah resmi dibentuk dan dikomandoi oleh Farah Qurrota A’yun.
Program ini akan berlangsung mulai 17 hingga 31 Maret 2026, menyesuaikan dengan periode puncak arus mudik dan balik Lebaran.
Menurut dr Farah, tingginya mobilitas masyarakat menjadi perhatian serius. Berdasarkan data survei dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, dengan Jawa Timur menjadi tujuan terbanyak kedua.
“Budaya silaturahmi Lebaran yang masih sangat kuat membuat mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Apalagi dengan dibukanya berbagai destinasi wisata lokal, tentu aktivitas masyarakat akan semakin tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, periode Operasi Ketupat menjadi waktu krusial karena berpotensi meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, baik akibat kelelahan perjalanan, kecelakaan, maupun penyakit mendadak.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, RSAH menyiagakan berbagai layanan utama. Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi garda terdepan yang beroperasi nonstop selama 24 jam.
Selain itu, instalasi penunjang medis seperti farmasi, laboratorium, dan radiologi juga tetap aktif.
RSAH juga mengandalkan peralatan medis modern, seperti CT Scan dan MRI untuk mendukung diagnosa cepat dan akurat. Layanan fisioterapi pun tetap buka seperti hari biasa guna memenuhi kebutuhan pasien.
Tak hanya itu, tim ambulans RSAH juga disiagakan penuh untuk melayani masyarakat melalui layanan ambulance call di nomor (0333) 842118. Layanan ini memungkinkan penjemputan pasien di berbagai kondisi darurat.
Tim Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) RSAH turut berpartisipasi dalam pos pelayanan kesehatan yang berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Banyuwangi.
“Kami ingin memastikan tidak ada kasus yang tertunda selama Operasi Ketupat berlangsung. Oleh karena itu, kamar operasi dan tim bedah juga disiagakan selama 24 jam,” tegas dr Farah.
Untuk layanan hemodialisis (cuci darah), RSAH tetap membuka pelayanan sesuai jadwal, mulai Senin hingga Sabtu. Bahkan, pada hari H Lebaran, layanan ini tetap beroperasi untuk mengakomodasi pasien yang membutuhkan.
“Kami juga siap melayani permintaan HD travelling. Petugas kami siaga on call jika terjadi kondisi kegawatan,” imbuhnya.
Selain layanan di rumah sakit, RSAH juga menghadirkan berbagai inovasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat.
Di antaranya layanan Home Care untuk pasien yang membutuhkan perawatan di rumah, serta konsultasi kesehatan melalui telepon atau telemedicine dengan dokter spesialis maupun dokter umum.
Bagi pasien rawat jalan yang ingin menghindari antrean di instalasi farmasi, RSAH menyediakan layanan pengantaran obat langsung ke rumah. Tidak hanya itu, layanan tambahan seperti penyediaan katering sehat pasca rawat inap serta penyewaan tabung oksigen dan regulator juga tersedia.
Seluruh layanan tersebut dihadirkan sebagai bentuk komitmen RSAH dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas selama periode Lebaran.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan Operasi Ketupat RSAH dapat menghubungi nomor 0822-3257-1331 atau 0812-1699-4066.
Dengan kesiapan penuh ini, RSAH berharap dapat menjadi mitra kesehatan masyarakat selama musim mudik dan libur Lebaran, sekaligus memastikan setiap warga mendapatkan layanan medis yang optimal kapan pun dibutuhkan. (*)
Editor : Ali Sodiqin