RADARBANYUWANGI.ID – Pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi menjadi salah satu prioritas utama dalam sistem layanan rumah sakit.
Untuk menjamin keselamatan ibu hamil, ibu bersalin, hingga bayi baru lahir dalam kondisi darurat, RSUD Blambangan menghadirkan layanan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yang tersedia 24 jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Layanan PONEK merupakan sistem pelayanan terpadu yang dirancang khusus untuk menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, serta bayi baru lahir.
Keberadaan layanan ini dinilai sangat vital, mengingat komplikasi dalam kehamilan maupun persalinan dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan cepat serta tepat.
Di IGD RSUD Blambangan, layanan PONEK didukung oleh tim medis multidisiplin yang bekerja secara terkoordinasi. Tim tersebut dipimpin oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Erva Darmawanti, yang memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan optimal sesuai standar medis.
Berbagai kondisi darurat yang dapat ditangani melalui layanan ini meliputi perdarahan saat kehamilan maupun pasca persalinan, preeklamsia dan eklamsia, persalinan dengan komplikasi, hingga penanganan bayi prematur dan bayi dengan gangguan pernapasan.
Selain itu, bayi dengan berat badan lahir rendah juga menjadi bagian dari penanganan dalam layanan PONEK.
Dengan dukungan fasilitas medis yang lengkap, proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat demi menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
Untuk menunjang layanan tersebut, RSUD Blambangan telah melengkapi fasilitas dengan berbagai peralatan medis modern.
Di antaranya ruang resusitasi khusus ibu dan bayi, alat USG obstetri, infant warmer atau penghangat bayi, inkubator, serta perangkat monitoring kondisi pasien secara intensif.
Kesiapan fasilitas ini memungkinkan tim medis untuk segera melakukan tindakan saat kondisi darurat terjadi, tanpa harus menunggu lama.
Hal ini menjadi faktor penting dalam menekan risiko komplikasi yang dapat berujung pada kematian ibu maupun bayi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Blambangan, Asiyah, menegaskan bahwa kehadiran layanan PONEK merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Dengan pelayanan yang cepat, terpadu, dan profesional, diharapkan setiap ibu dan bayi yang membutuhkan pertolongan darurat dapat memperoleh penanganan terbaik sejak pertama kali tiba di IGD,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi langkah strategis dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), yang hingga kini masih menjadi perhatian dalam sektor kesehatan.
Kehadiran layanan PONEK di RSUD Blambangan sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Hal ini sejalan dengan komitmen Ipuk Fiestiandani yang menempatkan penurunan angka kematian ibu dan bayi sebagai salah satu prioritas pembangunan di bidang kesehatan.
Dengan layanan yang responsif dan berkualitas, RSUD Blambangan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi ibu dan bayi, tidak hanya di Banyuwangi tetapi juga wilayah sekitarnya.
Keberadaan PONEK yang siaga selama 24 jam ini pun diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya bagi para ibu hamil yang membutuhkan layanan darurat kapan saja. (*)
Editor : Ali Sodiqin