RADARBANYUWANGI.ID – Masa mudik Idul Fitri 1447 Hijriah tengah berlangsung. Tradisi tahunan ini menjadi momen yang dinanti-nanti masyarakat untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga, sanak saudara, serta kerabat setelah lama merantau.
Namun di balik kebahagiaan tersebut, perjalanan jauh yang ditempuh saat mudik kerap menghadirkan tantangan tersendiri.
Salah satu keluhan yang sering dialami pemudik adalah mabuk perjalanan, kondisi yang dapat mengganggu kenyamanan selama perjalanan.
Gejala mabuk perjalanan biasanya ditandai dengan rasa pusing, mual, muntah, hingga ketidaknyamanan pada tubuh. Kondisi ini bisa muncul saat menggunakan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara.
Secara medis, mabuk perjalanan terjadi akibat ketidaksesuaian antara sinyal yang diterima mata dengan sensasi gerakan yang dirasakan oleh telinga bagian dalam yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. Perbedaan informasi tersebut memicu reaksi tubuh berupa rasa mual dan pusing.
Dokter Daniek Wardhani menjelaskan bahwa selain menggunakan obat anti mabuk, terdapat metode alternatif yang dapat membantu meredakan gejala tersebut, yakni teknik akupresur.
Menurutnya, akupresur merupakan teknik terapi dengan memberikan tekanan atau pijatan pada titik-titik tertentu di tubuh. Metode ini telah lama dikenal dapat membantu mengurangi berbagai keluhan, termasuk mual dan muntah.
“Akupresur bisa dilakukan untuk mengatasi pusing, mual dan muntah,” ujar dokter yang bertugas di RSUD Genteng Banyuwangi ini.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa titik akupresur yang dapat digunakan untuk membantu meredakan mabuk perjalanan.
Salah satunya adalah titik PC6 yang berada di bagian dalam pergelangan tangan, sekitar tiga jari di atas lipatan pergelangan.
Selain itu, terdapat pula titik LI4 yang terletak di antara pangkal ibu jari dan jari telunjuk. Titik ini juga dikenal efektif untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tubuh.
Tak hanya di tangan, titik akupresur juga terdapat di bagian tubuh lain. Misalnya titik CV14 yang berada di bagian perut, tepat di garis tengah antara ujung bawah tulang dada dan pusar.
Kemudian, titik ST36 yang berada di kaki, sekitar empat jari di bawah tempurung lutut pada sisi luar tulang kering, juga dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
Menurut dr Daniek, teknik pemijatan pada titik-titik tersebut cukup dilakukan dengan tekanan yang nyaman selama sekitar 30 hitungan. Cara ini dapat diulang beberapa kali selama perjalanan jika gejala kembali muncul.
Selain memanfaatkan teknik akupresur, pemudik juga disarankan untuk menjaga kondisi tubuh sebelum berangkat.
Beberapa langkah sederhana seperti cukup istirahat, tidak makan berlebihan, serta memilih posisi duduk yang nyaman di kendaraan dapat membantu meminimalkan risiko mabuk perjalanan.
Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik diharapkan tetap nyaman dan menyenangkan, sehingga momen berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri dapat dinikmati secara maksimal.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan agar dapat tiba di kampung halaman dengan kondisi prima dan penuh kebahagiaan. (*)
Editor : Ali Sodiqin