RADARBANYUWANGI.ID – Komitmen menjaga kesehatan dan kenyamanan tenaga kerja selama bulan suci Ramadan ditunjukkan Rumah Sakit Al Huda (RSAH).
Manajemen rumah sakit menyediakan menu berbuka puasa dan makan sahur bagi seluruh karyawan yang tetap berdinas selama Ramadan.
Program ini menjadi bentuk perhatian sekaligus apresiasi kepada tenaga kesehatan dan karyawan nonmedis yang tetap menjalankan tugas pelayanan di tengah ibadah puasa.
Tak kurang dari 200 porsi menu berbuka dan sahur disiapkan setiap hari oleh Instalasi Gizi RSAH.
Dengan demikian, karyawan tidak perlu repot keluar rumah sakit untuk membeli makanan atau menyiapkan menu sendiri.
“Menu buka dan sahur disiapkan oleh Instalasi Gizi RSAH, meliputi karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk menjaga stamina, serta sayuran dan buah segar sebagai sumber vitamin dan serat,” ujar Direktur RSAH, dr Indiati, MMRS.
Zero Gorengan, Utamakan Gizi Seimbang
Menariknya, seluruh menu yang disajikan dipastikan zero gorengan. Kebijakan ini bukan tanpa alasan.
Makanan gorengan dikenal tinggi kalori, lemak jenuh, dan lemak trans yang dapat meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.
“Hal ini menjadi tindakan preventif untuk menjaga kesehatan tenaga kerja kami,” tegas Indiati.
Sebagai gantinya, Instalasi Gizi menyajikan menu sehat dengan variasi masakan berbeda setiap hari.
Tujuannya agar karyawan tidak merasa bosan sekaligus tetap mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang selama menjalankan ibadah puasa.
Dengan gizi yang tercukupi, stamina tenaga kesehatan tetap terjaga sehingga mampu memberikan pelayanan prima kepada pasien dan keluarga.
Didistribusikan Langsung ke Ruangan
Untuk memastikan efektivitas, tim Instalasi Gizi RS Al Huda mendistribusikan menu berbuka dan sahur langsung ke masing-masing ruangan.
Makanan dapat langsung disantap oleh karyawan saat waktu berbuka maupun sahur tiba.
Program ini bukan hal baru. Penyediaan menu buka dan sahur merupakan agenda rutin tahunan yang telah berjalan sejak RS Al Huda berdiri.
Kebijakan tersebut selaras dengan amanat pendiri rumah sakit sekaligus menjadi bentuk kepedulian manajemen terhadap dedikasi karyawan.
“Kami ingin seluruh tenaga kesehatan tetap fokus bekerja dan beribadah dengan nyaman. Ini bentuk perhatian manajemen kepada karyawan yang tetap bertugas selama Ramadan,” imbuh Indiati.
Apresiasi untuk Tenaga Kesehatan
Ramadan menjadi bulan penuh tantangan bagi tenaga kesehatan. Di satu sisi harus menjaga kondisi fisik saat berpuasa, di sisi lain tetap dituntut profesional memberikan pelayanan maksimal.
Karena itu, dukungan nutrisi yang tepat menjadi faktor penting. Dengan menu sehat dan terkontrol, risiko gangguan kesehatan akibat pola makan tidak seimbang dapat diminimalkan.
“Semoga Ramadan kali ini selalu menjadi bulan yang penuh berkah bagi semua umat muslim yang menjalankannya, termasuk seluruh tenaga kesehatan RS Al Huda yang tetap dapat memberikan pelayanan prima untuk pasien dan keluarga,” harap Indiati.
Konsultasi Gizi Ramadan
Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi terkait menu makanan sehat selama Ramadan, termasuk pengaturan pola makan saat puasa, dapat menghubungi layanan ahli gizi RS Al Huda di nomor 0852-3657-0319.
Melalui edukasi dan program internal ini, Rumah Sakit Al Huda menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjaga kesejahteraan dan kesehatan para karyawannya selama bulan suci Ramadan. (*)
Editor : Ali Sodiqin