RADARBANYUWANGI.ID – RSUD Blambangan terus memantapkan langkah menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Target tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Predikat WBBM merupakan tahap lanjutan setelah unit kerja berhasil membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Artinya, standar yang diterapkan tidak hanya sebatas bebas dari praktik korupsi, tetapi juga menekankan kualitas pelayanan yang unggul dan profesional.
Pelaksana Direktur RSUD Blambangan, dr Asiyah MMRS, FISQua, menegaskan bahwa komitmen menuju WBBM bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi atau persyaratan formal.
“Kami berfokus pada transformasi menyeluruh dalam budaya kerja dan sistem pelayanan. Peningkatan mutu layanan, transparansi, serta kepuasan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Transformasi Budaya Kerja dan Sistem Pelayanan
Sebagai rumah sakit rujukan di Banyuwangi, RSUD Blambangan menyadari bahwa ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan terus meningkat.
Karena itu, pembenahan dilakukan secara komprehensif, mulai dari sistem manajemen hingga pelayanan langsung kepada pasien.
Salah satu langkah konkret adalah pengembangan inovasi digital, seperti sistem pendaftaran online yang memudahkan pasien mengakses layanan tanpa antre panjang.
Selain itu, informasi layanan juga disediakan secara terbuka melalui media digital guna memastikan transparansi.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus meminimalkan potensi maladministrasi.
Pelayanan Prima Jadi Prioritas
Penguatan budaya pelayanan prima menjadi fokus utama dalam proses menuju WBBM. Seluruh pegawai, baik tenaga medis maupun nonmedis, didorong untuk memberikan layanan yang ramah, cepat, responsif, dan profesional.
Manajemen rumah sakit juga rutin melakukan evaluasi internal untuk memastikan standar pelayanan tetap konsisten dan terus meningkat.
“Kami ingin masyarakat merasakan perubahan nyata dalam pelayanan. Tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga nyaman dan transparan,” tambah dr Asiyah.
Komitmen Integritas dan Akuntabilitas
Menuju WBBM, RSUD Blambangan juga memperkuat sistem pengawasan internal dan akuntabilitas kinerja.
Setiap unit kerja dituntut menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Partisipasi masyarakat pun menjadi bagian penting dalam proses ini. Kritik dan saran dari pasien maupun keluarga menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.
Upaya tersebut tidak semata-mata demi meraih predikat WBBM, tetapi untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan berintegritas bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.
Optimistis Raih Predikat WBBM
Dengan dukungan jajaran manajemen, tenaga medis, serta seluruh pegawai, RSUD Blambangan optimistis mampu mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan akan terus dilakukan agar standar pelayanan tetap terjaga dan semakin meningkat.
Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.
Melalui langkah tersebut, RSUD Blambangan tidak hanya menargetkan predikat WBBM, tetapi juga menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang modern, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (*)
Editor : Ali Sodiqin