Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Operasi Batu Empedu Laparoskopi RSUD Genteng Makin Diminati, Minim Sayatan dan Pemulihan Lebih Cepat

Ali Sodiqin • Selasa, 3 Maret 2026 | 08:59 WIB

LAPAROSKOPI: dr Chakra Putra Pratama bersama tim melakukan penanganan medis pengangkatan batu empedu terhadap pasien.
LAPAROSKOPI: dr Chakra Putra Pratama bersama tim melakukan penanganan medis pengangkatan batu empedu terhadap pasien.

RADARBANYUWANGI.ID - Penanganan batu empedu kini semakin berkembang seiring kemajuan teknologi medis.

Jika sebelumnya pasien harus menjalani operasi terbuka dengan luka sayatan cukup besar dan masa pemulihan relatif lama, kini tersedia teknik operasi laparoskopi yang jauh lebih minimal invasif.

Teknik ini memungkinkan prosedur pengangkatan kantong empedu dilakukan melalui beberapa lubang kecil berukuran kurang dari satu sentimeter (cm).

Dengan metode tersebut, pasien tidak lagi harus menghadapi sayatan panjang di perut seperti pada operasi konvensional.

Dokter spesialis bedah RSUD Genteng, dr Chakra Putra Pratama SpB MKed Klin, menjelaskan bahwa batu empedu merupakan gangguan yang cukup sering ditemukan di masyarakat, khususnya pada usia di atas 30 tahun.

“Batu empedu terjadi akibat pengendapan kolesterol atau zat lain di dalam kantong empedu. Awalnya sering tidak menimbulkan gejala,” ujarnya.

Namun, kondisi tersebut bisa berubah serius ketika batu menyumbat saluran empedu. Pasien dapat mengalami nyeri hebat di bagian perut kanan atas, mual, muntah, hingga demam.

“Nyeri biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak. Dalam kondisi tertentu, sumbatan juga bisa menyebabkan kulit dan mata menguning karena aliran cairan empedu terganggu,” jelasnya.

Gejala Sering Diabaikan

Menurut dr Chakra, banyak pasien datang dalam kondisi sudah mengalami serangan nyeri berulang.

Padahal, batu empedu yang tidak segera ditangani berisiko menimbulkan komplikasi seperti peradangan kantong empedu (kolesistitis), infeksi saluran empedu, hingga gangguan pankreas.

Karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat penting. Deteksi batu empedu umumnya dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang mampu menunjukkan keberadaan batu dalam kantong empedu.

Laparoskopi Jadi Pilihan Utama

Dalam beberapa tahun terakhir, prosedur laparoskopi menjadi pilihan utama dalam operasi batu empedu.

Teknik ini menggunakan kamera kecil yang dimasukkan melalui lubang kecil di perut untuk memandu dokter selama tindakan berlangsung.

“Keuntungan laparoskopi cukup banyak. Sayatan lebih kecil, nyeri pascaoperasi lebih ringan, risiko infeksi lebih rendah, serta masa rawat inap lebih singkat dibandingkan operasi terbuka,” terang dr Chakra.

Sebagian besar pasien bahkan dapat pulang dalam waktu satu hingga dua hari setelah tindakan, tergantung kondisi masing-masing. Aktivitas ringan pun dapat kembali dilakukan dalam waktu relatif cepat.

Meski demikian, keputusan menjalani operasi tetap harus melalui evaluasi medis menyeluruh.

Pemeriksaan kondisi umum pasien, riwayat penyakit, serta hasil USG menjadi pertimbangan penting sebelum tindakan dilakukan.

Pentingnya Pola Makan Sehat

Selain penanganan medis, pencegahan batu empedu juga tidak kalah penting.

Dokter Chakra mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat dan membatasi konsumsi makanan tinggi lemak.

“Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari diet ekstrem juga membantu mencegah pembentukan batu empedu,” tambahnya.

Ia menegaskan, jika muncul keluhan seperti nyeri perut kanan atas yang berulang, terutama setelah makan berlemak, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Penanganan lebih awal akan mencegah komplikasi dan membuat terapi menjadi lebih efektif,” tutupnya.

Dengan kemajuan teknologi medis, operasi batu empedu kini menjadi lebih aman, efektif, dan nyaman.

Teknik laparoskopi memberikan harapan baru bagi pasien yang membutuhkan tindakan bedah tanpa harus khawatir dengan luka besar maupun masa pemulihan yang panjang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Laparoskopi #operasi batu empedu