RADARBANYUWANGI.ID - Puasa Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat muslim. Namun, bagi penyandang diabetes, ibadah puasa kerap menimbulkan kekhawatiran.
Fluktuasi gula darah saat perubahan pola makan bisa berisiko jika tidak dikelola dengan baik.
Meski demikian, puasa bukanlah hal yang mustahil bagi penderita diabetes. Dengan perencanaan matang, pengaturan pola makan seimbang, serta pemantauan gula darah secara rutin, ibadah dapat dijalankan dengan aman dan nyaman.
Melalui edukasi yang digencarkan, RSUD Blambangan menghadirkan panduan khusus dari konsultan ahli gizi untuk membantu pasien diabetes tetap sehat selama Ramadan.
Wajib Konsultasi Sebelum Puasa
Sebelum memutuskan berpuasa, pasien diabetes dianjurkan berkonsultasi dengan dokter guna menilai kesiapan tubuh.
Penyesuaian pola makan, aktivitas fisik, hingga dosis obat menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.
Langkah ini bertujuan menghindari risiko seperti:
- Dehidrasi (kekurangan cairan)
- Hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah)
- Hiperglikemia (kadar gula darah terlalu tinggi)
- Ketoasidosis diabetik
Konsultasi medis menjadi fondasi utama agar pasien tidak mengalami komplikasi selama menjalankan ibadah.
Konsultan Ahli Gizi RSUD Blambangan Beri Tips 3J
Ahli Gizi RSUD Blambangan, Ari Ainurrohmah, SST, membagikan sejumlah tips aman berpuasa bagi penderita diabetes. Ia menekankan pentingnya prinsip 3J: jumlah, jadwal, dan jenis makanan.
“Pasien diabetes sebaiknya mengikuti prinsip 3J, yakni jumlah kalori yang cukup, tepat jadwal, dan jenis makanan yang sesuai,” ujarnya.
Beberapa panduan penting yang ia bagikan antara lain:
Saat berbuka puasa:
- Segera berbuka untuk mencegah gula darah turun terlalu lama
- Konsumsi karbohidrat sederhana dalam porsi kecil, misalnya kurma maksimal tiga buah
- Pilih makanan bergizi seimbang
- Utamakan karbohidrat kompleks tinggi serat seperti nasi merah, gandum, sayur, dan buah
Saat sahur:
- Makan mendekati waktu imsak
- Konsumsi makanan berserat tinggi
- Pilih protein, lemak baik, dan karbohidrat kompleks agar kenyang lebih lama
- Pastikan asupan cairan cukup
Ari juga menyarankan pasien untuk mengonsumsi makanan selingan setelah salat tarawih guna menjaga stabilitas gula darah.
Hindari Makanan Tinggi Indeks Glikemik
Selain memperhatikan asupan yang dianjurkan, pasien diabetes juga perlu menghindari sejumlah jenis makanan dan minuman, seperti:
- Makanan siap saji
- Makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi
- Konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebihan
- Makanan yang mengandung gas saat berbuka dan sahur
“Selain pola makan, lakukan aktivitas fisik ringan dan istirahat cukup agar kondisi tubuh tetap stabil selama berpuasa,” tambah Ari.
Pendampingan konsultan ahli gizi menjadi salah satu layanan unggulan RSUD Blambangan dalam membantu pasien mengatur kebutuhan nutrisi secara personal dan terukur.
Edukasi Berkelanjutan dari RSUD Blambangan
Plt Direktur RSUD Blambangan, dr Asiyah, MMRS, FISQua, menegaskan bahwa diabetes bukan penghalang untuk menjalankan ibadah puasa selama dilakukan dengan pengawasan dan edukasi yang tepat.
“Dengan edukasi yang tepat dan disiplin dalam menjaga pola makan, diabetes bukanlah penghalang untuk menjalankan ibadah puasa. Kesehatan tetap menjadi prioritas utama agar ibadah dapat dilakukan secara optimal dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan arahan Ipuk Fiestiandani, agar fasilitas kesehatan terus memberikan edukasi dan pelayanan terbaik sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Puasa Aman, Ibadah Tetap Lancar
Melalui peran aktif konsultan ahli gizi dan tenaga medis profesional, RSUD Blambangan terus memperkuat edukasi kesehatan masyarakat selama Ramadan.
Dengan perencanaan yang tepat, kontrol gula darah teratur, serta kepatuhan terhadap anjuran medis, penyandang diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara aman.
Kesehatan yang terjaga bukan hanya mendukung kelancaran ibadah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (*)
Editor : Ali Sodiqin