Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kasus TBC di Banyuwangi Naik, Dinkes Terima 60 Ribu Susu Pendamping dan Gencarkan Skrining Relawan

Ramada Kusuma Atmaja • Minggu, 1 Februari 2026 | 15:00 WIB

Relawan SPPG Singonegaran di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi diperiksa tekanan darahnya. Para relawan juga diambil sampel dahaknya, Sabtu (31/1).
Relawan SPPG Singonegaran di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi diperiksa tekanan darahnya. Para relawan juga diambil sampel dahaknya, Sabtu (31/1).

RADARBANYUWANGI.ID – Kasus penyakit tuberkulosis (TBC/TB paru) di Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan tren peningkatan.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi mencatat, pada tahun 2024 jumlah penderita TBC mencapai 2.940 orang, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 3.057 orang.

Penyebaran TBC tersebut terjadi di seluruh kecamatan. Namun, terdapat beberapa wilayah dengan angka penularan cukup tinggi, yakni Kecamatan Banyuwangi, Muncar, dan Kalipuro.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah bersama berbagai pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penyembuhan.

Sebagai bagian dari langkah penanganan, Dinkes Banyuwangi menerima bantuan 60 ribu sachet susu pendamping bagi pasien TBC dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari pilot project nasional untuk mendukung percepatan kesembuhan pasien TBC di daerah.

Seiring meningkatnya kasus TBC/TB paru, kegiatan pemeriksaan kesehatan (skrining) juga terus digencarkan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk relawan yang beraktivitas di ruang tertutup dan berinteraksi langsung dengan banyak orang.

Seperti yang terlihat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Singonegaran, yang berlokasi di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi, Sabtu (31/1).

Sejak pagi, satu per satu relawan SPPG menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga tes dahak untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi TBC.

“Kita sedang melakukan pemeriksaan kesehatan untuk TBC bagi relawan SPPG. Ini penting untuk menjaga dan memonitor kesehatan relawan,” ujar Kepala SPPG Singonegaran Tiara Dewi, kemarin.

Pemeriksaan tersebut dilakukan atas inisiatif mandiri pengelola SPPG Singonegaran dengan menggandeng RS Al Huda. Sebanyak 45 relawan secara bergantian memasuki ruangan pemeriksaan yang telah disiapkan.

Tiara menegaskan, kesehatan relawan menjadi faktor krusial karena sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama karena SPPG berkaitan langsung dengan pengelolaan makanan.

“Kesehatan relawan harus menjadi perhatian utama. Kalau relawan sehat, pelayanan kepada masyarakat juga bisa berjalan dengan baik dan aman,” katanya.

Sementara itu, dokter RS Al Huda Chusnul Imama menjelaskan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada relawan SPPG meliputi pemeriksaan fisik umum, nadi, saturasi oksigen, serta skrining penyakit menular.

“Kami melakukan pengambilan dahak dari relawan SPPG. Karena seperti kita tahu, risiko penularan cukup cepat, apalagi mereka berkumpul dan bekerja dalam satu ruangan,” jelas Chusnul.

Menurutnya, dapur SPPG berpotensi menjadi lokasi penularan penyakit menular jika tidak dilakukan pengawasan kesehatan secara rutin. Penyakit yang berisiko menular di lingkungan pengelolaan makanan antara lain TBC, tifoid, dan hepatitis A.

“Peningkatan kasus TBC masih terjadi dan penyakit ini masih menjadi perhatian nasional karena tingkat penularannya yang tinggi di Indonesia. Indonesia masih merupakan daerah endemis TBC,” tuturnya.

Chusnul juga menganjurkan agar pengelola SPPG dan unit pelayanan serupa melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama yang berkaitan dengan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui makanan.

“Pemeriksaan rutin seperti hepatitis A dan tifoid sangat disarankan, karena ini berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan penularan TBC di Banyuwangi dapat ditekan, sekaligus meningkatkan angka kesembuhan pasien melalui kombinasi pengobatan medis, dukungan nutrisi, dan skrining kesehatan yang lebih masif. (ram/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#dinkes #susu pendamping #banyuwangi #kasus tbc