Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gerbang Sehat Banyuwangi Digaungkan Ipuk, Lawan Ancaman Penyakit Metabolik akibat Kurang Gerak

Sigit Hariyadi • Kamis, 29 Januari 2026 | 02:00 WIB

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggulirkan Gerbang Sehat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggulirkan Gerbang Sehat.

RADARBANYUWANGI.ID - Data dan fakta berbicara. Sebanyak 53,1 persen warga Banyuwangi tercatat kurang melakukan aktivitas fisik.

Angka tersebut bukan sekadar hasil hitung cepat atau asumsi, melainkan bersumber dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, The Sunrise of Java.

Temuan tersebut menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani pun turun tangan langsung. Di pengujung 2025, orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi itu menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Gerakan Banyuwangi Sehat (Gerbang Sehat) sebagai langkah preventif untuk menekan risiko penyakit tidak menular, khususnya penyakit metabolik.

Melalui Gerbang Sehat, Ipuk mendorong masyarakat Banyuwangi untuk membiasakan aktivitas fisik minimal 15–30 menit setiap hari.

Langkah sederhana ini dinilai sangat krusial untuk mencegah berbagai penyakit kronis yang kini kian mengintai masyarakat lintas usia.

“Mengacu data hasil PKG, kurang dari separo masyarakat kita yang aktif bergerak sesuai standar kesehatan. Ini mengkhawatirkan, karena kurang gerak adalah pintu masuk utama penyakit metabolik seperti obesitas, darah tinggi, diabetes, jantung, dan stroke,” ujar Ipuk.

Dampak kurangnya aktivitas fisik terhadap kondisi kesehatan masyarakat Banyuwangi memang terbilang signifikan.

Dari data PKG yang sama, 29 persen warga mengalami obesitas sentral, 20,3 persen overweight, dan 19,4 persen menderita hipertensi.

Tak berhenti di situ, sekitar 10 persen warga masuk kategori pra-diabetes, bahkan pada pemeriksaan lanjutan ditemukan 7,2 persen sudah diabetes.

“Kalau tidak kita cegah sekarang, beban penyakit ini akan terus meningkat dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. Ini bukan hanya soal kesehatan individu, tapi juga berdampak pada pembiayaan kesehatan dan produktivitas daerah,” tegas Ipuk.

Yang membuat situasi kian mengkhawatirkan, lanjut Ipuk, penyakit metabolik tidak lagi identik dengan usia lanjut.

Anak muda, usia produktif, bahkan remaja mulai terdampak. Perubahan gaya hidup di era teknologi informasi menjadi salah satu pemicu utama.

“Sekarang banyak yang mager. Berjam-jam scroll media sosial, duduk terlalu lama, minim gerak. Ditambah konsumsi gula dan makanan instan yang tinggi. Ini mempercepat risiko penyakit metabolik. Jadi ini bukan soal usia, tapi soal kebiasaan hidup,” jelasnya.

Ipuk merujuk rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan minimal 150 menit aktivitas fisik per minggu bagi orang dewasa. Jika dibagi, durasinya setara 15–30 menit per hari.

“Hasil riset para ahli menunjukkan, aktivitas fisik rutin dengan durasi tersebut bisa menurunkan risiko diabetes hingga 40 persen, hipertensi sekitar 30–35 persen, dan penyakit jantung sampai 50 persen. Ini intervensi yang murah, sederhana, tapi dampaknya sangat besar,” bebernya.

Lantas bagaimana dengan masyarakat yang merasa tidak punya waktu atau tidak mampu berolahraga? Menurut Ipuk, Gerbang Sehat justru dirancang untuk menjawab persoalan tersebut.

“Kita tidak bicara olahraga berat. Tidak perlu gym, tidak perlu alat mahal. Jalan cepat, senam ringan, peregangan, naik-turun tangga, semua bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja,” tegasnya.

Melalui Gerbang Sehat, Pemkab Banyuwangi berharap aktivitas fisik menjadi budaya baru di tengah masyarakat.

Bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan kolektif untuk membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.

“Kalau masyarakat sehat, produktivitas meningkat, biaya kesehatan bisa ditekan, dan kualitas hidup juga akan lebih baik. Gerbang Sehat ini investasi jangka panjang untuk Banyuwangi,” pungkas Ipuk. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Sunrise Of Java Award #Ipuk Fiestiandani #Gerbang Sehat #Penyakit Metabolik #banyuwangi