Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dinkes Banyuwangi Konsisten Tekan Stunting: Kolaborasi Lintas Sektor Antar Kabupaten Ujung Timur Raih SoJ Award 2026

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 27 Januari 2026 | 21:30 WIB

Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat. Dinkes Banyuwangi sukses menurunkan stunting hingga 2,44 persen lewat program konvergensi. Raih SoJ Award 2026.
Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat. Dinkes Banyuwangi sukses menurunkan stunting hingga 2,44 persen lewat program konvergensi. Raih SoJ Award 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemkab Banyuwangi menjadikan penanganan tengkes atau stunting sebagai salah satu fokus utama pembangunan kesehatan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Komitmen tersebut ditegaskan secara jelas dan berkelanjutan.

“Jangan ada bayi yang lahir dalam kondisi stunting. Jangan ada pula bayi atau balita tengkes yang tidak tertangani,” menjadi prinsip yang terus dipegang dalam setiap kebijakan.

Di garis depan upaya tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi memegang peran strategis. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinkes Amir Hidayat, instansi ini bergerak masif dengan pendekatan kolaboratif.

Tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi juga menggandeng kader posyandu, lintas organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat desa untuk bergotong royong menekan angka stunting di Bumi Blambangan.

Tren Penurunan Konsisten

Kerja kolektif tersebut menunjukkan hasil nyata. Data bulan timbang atau EPPBGM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) mencatat tren penurunan prevalensi stunting yang konsisten dari tahun ke tahun.

Pada 2021, angka stunting Banyuwangi tercatat 8,64 persen atau sebanyak 4.730 kasus. Setahun kemudian, angka itu turun signifikan menjadi 3,95 persen (2.704 kasus) pada 2022.

Tren positif berlanjut pada 2023 dengan prevalensi 3,53 persen (2.555 kasus), hingga pada 2024 kembali menurun menjadi 2,44 persen atau 2.269 kasus.

Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pendekatan konvergensi lintas sektor yang diterapkan secara menyeluruh, dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Upaya pencegahan dan penanganan tidak lagi berjalan parsial, melainkan terintegrasi dan berbasis data.

Banyuwangi Tanggap Stunting

Salah satu program unggulan yang menjadi tulang punggung penanganan tengkes adalah Banyuwangi Tanggap Stunting (BTS).

Program ini dirancang sebagai strategi komprehensif dengan sasaran utama ibu hamil berisiko tinggi serta bayi dan balita usia di bawah tiga tahun.

Melalui BTS, intervensi gizi dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi pola makan sehat dan bergizi, hingga pendampingan intensif bagi keluarga berisiko stunting.

Langkah konkret di lapangan diwujudkan melalui pemberian makanan tambahan bernutrisi, kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan, serta penguatan peran puskesmas dan kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan.

Pencegahan sejak dini juga diperkuat melalui Gerakan Anak Sehat yang dijalankan sebagai proyek percontohan di sejumlah kecamatan.

Penghargaan SoJ Award 2026

Kinerja konsisten dan terukur tersebut mengantarkan Dinas Kesehatan Banyuwangi meraih Sunrise of Java (SoJ) Award 2026 sebagai Instansi Pendorong Penurunan Tengkes (Stunting).

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras, inovasi, dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga kualitas generasi masa depan Banyuwangi.

Amir Hidayat menegaskan, keberhasilan ini bukan hasil kerja satu pihak semata. “Penurunan stunting adalah hasil kolaborasi lintas OPD, tenaga kesehatan, kader, dan partisipasi aktif masyarakat. Semua bergerak dengan tujuan yang sama,” ujarnya.

Ke depan, Dinkes Banyuwangi berkomitmen terus memperkuat strategi pencegahan dan penanganan menuju zero stunting.

Harapannya, setiap anak Banyuwangi dapat tumbuh sehat, cerdas, dan optimal sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi, memastikan tidak ada anak Banyuwangi yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya,” pungkas Amir. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Sunrise of Java #Dinkes Banyuwangi #stunting