RADARBANYUWANGI.ID - Nyeri pada pangkal jari kerap dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda trigger finger, gangguan pada tendon jari yang menyebabkan rasa nyeri, kaku, hingga jari terasa terkunci saat digerakkan.
Jika tidak ditangani dengan tepat, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Trigger finger atau stenosing tenosynovitis merupakan peradangan pada selaput pembungkus tendon.
Peradangan tersebut membuat tendon sulit meluncur dengan normal, sehingga gerakan jari menjadi tidak lancar dan terasa nyeri.
Jari Terasa Kaku dan Berbunyi “Klik”
Kondisi trigger finger paling sering menyerang ibu jari dan jari manis, meski tidak menutup kemungkinan mengenai jari lainnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, lebih dari satu jari bisa terdampak secara bersamaan.
Gejala yang umum dirasakan antara lain:
- Jari terasa kaku, terutama saat pagi hari
- Nyeri di bagian pangkal jari
- Sensasi “klik” atau bunyi saat jari digerakkan
- Jari terasa terkunci dalam posisi menekuk atau lurus
Pada tahap awal, gejala mungkin muncul sesekali. Namun seiring waktu, nyeri dapat bertambah berat dan gerakan jari menjadi semakin terbatas.
Penyebab Trigger Finger
Nyeri pada pangkal jari terjadi akibat peradangan pada selubung tendon. Peradangan ini menyebabkan ruang gerak tendon menyempit, sehingga tendon sulit bergerak bebas.
Trigger finger sering ditemukan pada:
- Pekerja yang sering melakukan genggaman kuat berulang-ulang, seperti buruh, penjahit, atau pekerja bengkel
- Penderita diabetes
- Pasien dengan rheumatoid arthritis atau penyakit peradangan sendi lainnya
Aktivitas berulang tanpa istirahat yang cukup dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
Cara Mengatasi Trigger Finger Secara Mandiri
Pada tahap awal, trigger finger masih bisa ditangani dengan beberapa langkah sederhana. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengistirahatkan jari dari aktivitas berat atau gerakan berulang
- Melakukan latihan peregangan jari secara rutin
- Mengonsumsi obat pereda nyeri atau antiinflamasi sesuai anjuran
- Menggunakan bidai atau splint untuk menjaga posisi jari tetap lurus
Langkah-langkah ini bertujuan mengurangi peradangan dan memberi waktu bagi tendon untuk pulih.
Kapan Harus ke Dokter?
Dokter Spesialis Anestesi RSUD Genteng, dr. Yanuarningtyas, Sp.An., FIP, menegaskan bahwa pemeriksaan medis sangat dianjurkan jika keluhan tidak membaik.
“Apabila semua usaha tersebut telah dilakukan namun keluhan nyeri justru semakin memberat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke Poli Nyeri RSUD Genteng,” ujarnya.
Menurut dr. Yanuarningtyas, deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting.
Selain mempercepat proses pemulihan, langkah ini juga dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
“Diagnosis sejak dini bisa menghindari perlunya tindakan yang lebih invasif, seperti operasi,” tambahnya.
Jangan Abaikan Nyeri Pangkal Jari
Nyeri pada pangkal jari bukan sekadar keluhan ringan. Jika dibiarkan, trigger finger dapat membatasi fungsi tangan dan menurunkan kualitas hidup.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak awal dan segera mengambil langkah penanganan yang tepat.
Dengan perawatan yang sesuai dan pemeriksaan dini, trigger finger bisa ditangani secara efektif sehingga aktivitas harian tetap berjalan nyaman tanpa gangguan nyeri. (*)
Editor : Ali Sodiqin