RADARBANYUWANGI.ID - Komitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus ditunjukkan RSU Bhakti Husada Krikilan.
Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan mendorong program imunisasi anak sebagai langkah pencegahan utama terhadap berbagai penyakit menular berbahaya.
Imunisasi menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan anak sejak usia dini.
Melalui imunisasi, anak-anak terlindungi dari penyakit yang tidak hanya berisiko menimbulkan komplikasi serius, tetapi juga dapat berujung pada kematian jika tidak dicegah sejak awal.
Tiga Alasan Imunisasi Wajib untuk Anak
Vice Director Operation RSU Bhakti Husada, dr. Lukman Hakim, menegaskan bahwa imunisasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting bagi setiap anak.
“Ada tiga alasan utama mengapa imunisasi wajib diberikan kepada semua anak,” jelasnya.
Pertama, imunisasi terbukti aman, cepat, dan sangat efektif dalam mencegah penularan penyakit.
Vaksin telah melalui berbagai tahapan uji klinis sehingga manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan risikonya.
Kedua, sekali anak diimunisasi, tubuhnya akan membentuk perlindungan terhadap penyakit tertentu.
Sistem imun anak menjadi lebih siap melawan virus maupun bakteri berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.
Ketiga, anak yang tidak diimunisasi justru memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular penyakit dengan gejala yang lebih berat.
Bahkan, beberapa penyakit dapat menimbulkan dampak fatal di kemudian hari.
Jenis Imunisasi Wajib dan Tambahan
Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan lima jenis imunisasi wajib bagi anak, yakni:
- Hepatitis B
- Polio
- BCG
- Campak
- Pentavalen (DPT, HB, dan HiB)
Selain imunisasi wajib, terdapat pula vaksin tambahan yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak 2017. Vaksin tambahan tersebut meliputi:
- PCV (Pneumokokus)
- Rotavirus
- Influenza
- Tifoid
- Hepatitis A
- Varisela (cacar air)
- HPV (Human Papilloma Virus)
- Japanese Encephalitis
- Vaksin dengue (demam berdarah)
Vaksin-vaksin ini berperan penting dalam memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap berbagai penyakit infeksi.
Dampak Serius Jika Anak Tidak Diimunisasi
Risiko tidak imunisasi tidak hanya mengancam kesehatan anak itu sendiri, tetapi juga membahayakan lingkungan sekitarnya.
Anak yang tidak diimunisasi dapat menjadi sumber penyebaran virus dan bakteri ke anggota keluarga, teman sekolah, hingga masyarakat luas.
“Jika anak tidak diimunisasi, kuman yang masuk ke tubuhnya bisa dengan mudah menyebar ke kakak, adik, teman, maupun orang lain di sekitarnya. Pada akhirnya, wabah penyakit bisa muncul dan meningkatkan angka kesakitan serta kematian,” ujar dr. Lukman.
Fenomena ini dikenal sebagai penurunan kekebalan kelompok (herd immunity), yang berpotensi memicu kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular.
Layanan Vaksinasi Lengkap di RSU Bhakti Husada
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, RSU Bhakti Husada Krikilan menyediakan layanan vaksinasi lengkap, baik untuk anak maupun dewasa. Jenis vaksin yang tersedia antara lain:
- Influenza
- Tifoid
- MMR
- Hepatitis
- Pneumonia
- HPV
- Meningitis
- Serta berbagai vaksin lainnya
Untuk layanan vaksinasi anak, pasien akan ditangani langsung oleh dokter spesialis anak berpengalaman, yaitu:
- dr. Evisina H Frans, Sp.A
- Senin–Jumat pukul 07.00–12.00 WIB
- dr. Ulfi Rifki Ichromy, Sp.A
- Senin–Jumat pukul 14.00–16.00 WIB
- Sabtu pukul 08.00–11.00 WIB
Selain vaksinasi, RSU Bhakti Husada juga melayani konsultasi kesehatan anak melalui Poli Rawat Jalan Spesialis Anak.
Ajak Orang Tua Lebih Peduli Imunisasi
RSU Bhakti Husada Krikilan mengajak seluruh orang tua untuk tidak menunda imunisasi anak.
Perlindungan sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan dan masa depan buah hati.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi dan jadwal praktik dokter, masyarakat dapat menghubungi Customer Service RSU Bhakti Husada Krikilan di nomor 0812-4384-3100.
Dengan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, anak-anak dapat tumbuh sehat, kuat, dan terlindungi dari ancaman penyakit menular yang berbahaya. (*)
Editor : Ali Sodiqin