Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tekan Penularan HIV di Banyuwangi, UI Minta Gen Z Buat Konten Medsos

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:29 WIB

Photo
Photo

RADARBANYUWANGI.ID - Target pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menjadikan wilayah ujung timur Pulau Jawa itu menjadi zero kasus HIV pada tahun 2030 membutuh kan dukungan banyak pihak.

Salah satu yang hadir untuk menekan angka tersebut adalah program dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI) kepada generasi muda di Banyuwangi.

Hingga akhir 2025, angka kasus HIV di Banyuwangi tercatat terus mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2025 ada 380 laporan kasus HIV, kemudian 2024 ada 463 kasus, 2023 tercatat ada 544 kasus dan 2022 ada 534 kasus.

Meski terus mengalami penurunan, Pemkab Banyuwangi berharap bisa menekan angka hingga nol kasus pada 2030 mendatang.

Target tersebut bisa tercapai dengan dukungan berbagai pihak. Salah satunya melalui program DPIS UI yang dibawa langsung Guru Besar Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia, Prof. Agung Waluyo  ke Banyuwangi untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada ribuan siswa SMA/SMK pada Desember 2025.

Program tersebut dinamai “Healthy Youth Initiative” dengan tujuan Membangun Remaja Banyuwangi Tangguh. 

Program tersebut menekankan pada pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja dalam merencanakan masa depan.

"Generasi muda ini punya masa depan cemerlang. Itu harus diisi dengan hal-hal positif dan salah satunya menjaga kesehatan reproduksi sejak masih duduk di bangku sekolah," ujar  Guru Besar Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia, Prof. Agung Waluyo.

Ada tiga poin utama yang disampaikan Prof. Agung kepada ribuan siswa. Pertama, remaja tidak perlu terburu-buru menikah. Kedua, tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan.

Ketiga, para siswa diajak memahami risiko penyakit menular seksual, termasuk HIV, yang muncul karena ketidakmampuan seseorang mengontrol perilaku berisiko.

"Banyak remaja harus putus sekolah karena hamil muda dan terpaksa menikah. Dampaknya banyak cita-cita kandas hanya karena keputusan yang seharusnya bisa dihindari. Sebaliknya mereka yang bisa menjaga diri akan lebih berpotensi mengembangkan diri dan prestasinya,”tegasnya.

Pemberian materi dilakukan secara hybrid sehingga bisa disaksikan seluruh siswa secara langsung. Dengan gaya yang dekat dengan para Gen Z, Prof Agung menyampaikan berbagai point tentang bahaya HIV yang mudah dicerna para siswa.

"Cara menghindarinya (terkena HIV) jelas, tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan saling menjaga di antara teman sebaya,” kata Ketua DPP PPNI Bidang Hubungan Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri itu

Usai pemberian materi, Prof Agung mendorong para siswa untuk menjadi agen edukasi.

Mereka diajak aktif mengajak teman sebaya melalui konten-konten positif di media sosial.

Melalui konten itu, pesan-pesan yang disampaikan diharapkan bisa diterima dengan lebih efekif.

“Media sosial menjadi tempat untuk mengajak. Jadi remaja ini bisa saling mengingatkan agar tidak melakukan seks sebelum menikah dan tetap setia pada pasangan ketika sudah menikah.” imbuhnya.

Paska dimulainya program Healthy Youth Initiative itu, DPD PPNI Banyuwangi langsung menjalankan program lanjutan. Inisiasi dari Fakultas Ilmu Keperawatan UI tersebut dijalankan dengan sosialisasi lanjutan ke sekolah-sekolah. 

Ketua DPD PPNI Banyuwangi, Subroto mengatakan kegiatan edukasi bersama Fakultas Ilmu Keperawatan UI diharapkan bisa menjadi pencegahan dini untuk perkembangan penyakit HIV di Banyuwangi.

Karena itu, di lapangan, PPNI juga bekerja sama dengan sekolah agar materi dalam program tersebut terus diingat dan dijalankan siswa.

Sehingga bisa menularkan semua materi mulai dari kesehatan reproduksi, perencanaan pernikahan sampai pencegahan penyakit HIV.

"Kita harap dengan kegiatan ini baik angka penyebaran HIV aids maupun stigma negatif kepada para penderita bisa berkurang," tegas Subroto.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan, banyak persoalan kesehatan remaja di Banyuwangi yang perlu ditangani secara serius.

Karena itu dia mengapresiasi kehadiran tim dari UI untuk memberikan materi preventif kepada para remaja di Banyuwangi.

Mulai dari kesehatan reproduksi, kemudian bebas stigma dan diskriminasi yang menurutnya berdampak positif pada generasi muda di Banyuwangi.

"Target kita jelas, 2030 zero HIV baru dan zero kematian. Itu harus jadi komitmen bersama, termasuk menghilangkan stigma negatif pada penderita HIV,” tandas Amir. (fre)

Editor : Ali Sodiqin
#hiv aids #Konten Medsos #dinas kesehatan #tekan penularan hiv #universitas indonesia #ui #Gen Z