Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RSUD Genteng: Anda Mengalami Nyeri Bokong? Simak Penjelasannya!

Sigit Hariyadi • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:25 WIB
RSUD Genteng menyediakan Poli Nyeri untuk memberikan layanan dam penanganan kepada pasien.
RSUD Genteng menyediakan Poli Nyeri untuk memberikan layanan dam penanganan kepada pasien.

RADARBANYUWANGI.ID - Pernahkah Anda merasakan nyeri yang dalam dan menusuk di sekitar bokong?

Bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala yang menan dakan Anda menga lami sindrom piriformis.

Sindrom piriformis adalah kumpulan gejala yang muncul akibat adanya tekanan pada saraf, oleh otot piriformis (otot bokong) yang menegang.

Kondisi ini ditandai dengan nyeri dan mati rasa pada bokong yang menjalar ke bawah.

Gejala umum sindrom piriformis adalah nyeri tumpul atau sensasi terbakar di bokong; nyeri, mati rasa, atau kesemutan di bagian belakang paha, betis, hingga kaki; nyeri memburuk saat duduk terlalu lama, menaiki tangga, atau berjalan menan jak; serta berkurangnya rentang gerak sendi panggul.

Dokter spesialis anestesi RSUD Genteng dr. Yanuarningtyas, Sp.An., FIP mengatakan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri bokong.

Penanganan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah di antaranya melakukan kompres dingin yakni menempelkan kompres dingin pada area nyeri selama 10 sampai 15 menit beberapa kali sehari.

“Selain itu, peregangan dan olehraga ringan seperti latihan bridge pose, clamshell, atau jalan kaki ringan dan berenang juga bisa membantu mengatasi nyeri bokong,” ujarnya.

Selain itu, menghindari aktivitas berat atau mem batasi gerakan yang mem perburuk nyeri serta memperbaiki postur saat duduk, berdiri, atau tidur juga bermanfaat mengatasi nyeri bokong.

Mengonsumsi obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen bermanfaat mengurangi nyeri dan peradangan.

Namun, jika pasien tidak mengalami perbaikan setelah mengonsumsi obat pereda nyeri dan melakukan fisioterapi, maka disarankan sebaiknya pasien memeriksakan diri ke poli nyeri RSUD Genteng untuk mendapatkan penanganan lanjut oleh dokter ahli nyeri intervensi. (sgt)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#rsud genteng