Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Imunisasi Dasar Beri Kekebalan Sejak Dini, RS Al Huda Ajak Orang Tua Lindungi Anak dari Penyakit Berbahaya

Ali Sodiqin • Selasa, 20 Januari 2026 | 07:00 WIB

Info Selengkapnya Klik di sini!
Info Selengkapnya Klik di sini!

RADARBANYUWANGI.ID - Imunisasi dasar menjadi fondasi penting dalam membentuk kekebalan tubuh bayi dan anak sejak usia dini.

Melalui pemberian vaksin, tubuh akan merespons dengan membentuk zat antibodi yang berfungsi melindungi dari berbagai penyakit berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa anak.

Manajer Pelayanan Medis RS Al Huda Gambiran Banyuwangi, dr. Khusnul Imama, menjelaskan bahwa imunisasi dasar terbukti efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular berbahaya seperti campak, difteri, polio, serta penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi.

“Imunisasi dasar merupakan upaya memberikan kekebalan pada bayi dan anak sejak dini. Dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh, maka tubuh akan membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu,” jelasnya.

Imunisasi dasar melindungi bayi dan anak dari penyakit berbahaya. RS Al Huda ajak orang tua tingkatkan cakupan imunisasi sejak dini.
Imunisasi dasar melindungi bayi dan anak dari penyakit berbahaya. RS Al Huda ajak orang tua tingkatkan cakupan imunisasi sejak dini.

Menurutnya, penyakit-penyakit tersebut memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan wabah apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Karena itu, peningkatan cakupan imunisasi menjadi hal yang sangat penting agar dapat memenuhi ambang kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat.

“Jika cakupan imunisasi rendah, maka risiko penularan semakin besar. Ini bukan hanya membahayakan anak yang tidak diimunisasi, tetapi juga anak-anak lain di sekitarnya,” ujarnya.

Dr. Khusnul menegaskan, vaksin dan tata cara imunisasi yang digunakan dalam program nasional telah melalui serangkaian penelitian ilmiah yang komprehensif oleh Kementerian Kesehatan bersama para ahli.

Selain itu, vaksin yang digunakan juga telah memenuhi standar keamanan dan mutu, serta memperoleh pengesahan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu menolak imunisasi. Semua sudah melalui kajian ilmiah dan standar keamanan yang ketat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman terjadinya wabah campak di beberapa daerah menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

Penurunan cakupan imunisasi terbukti berdampak langsung pada meningkatnya angka kesakitan bahkan kematian anak.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa imunisasi bukan sekadar program, tetapi kebutuhan mendasar untuk melindungi generasi masa depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Khusnul menekankan bahwa imunisasi merupakan hak anak atas kesehatan dan keselamatan.

Oleh karena itu, orang tua memiliki kewajiban moral dan sosial untuk memastikan anaknya memperoleh imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

“Imunisasi adalah hak anak. Orang tua berkewajiban memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal demi kesehatan dan keselamatannya,” katanya.

Dengan mendapatkan imunisasi sejak dini, anak akan memiliki kekebalan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Dampaknya tidak hanya menurunkan angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas), tetapi juga mampu mengurangi risiko kecacatan jangka panjang akibat penyakit menular.

“Anak yang diimunisasi akan tumbuh lebih sehat, sehingga bisa menjadi generasi yang berkualitas di masa depan,” pungkasnya.

Bagi masyarakat, khususnya para ibu yang menghendaki informasi lebih lanjut maupun pelayanan imunisasi dasar, RS Al Huda membuka layanan konsultasi dan imunisasi.

Masyarakat dapat menghubungi RS Al Huda melalui nomor 0815-1587-7699 untuk mendapatkan informasi jadwal dan layanan imunisasi dasar bagi bayi dan anak. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#gambiran #imunisasi dasar #rs al huda #banyuwangi