RADARBANYUWANGI.ID - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan super flu, varian baru virus influenza yang memiliki tingkat penularan sangat agresif.
Dalam beberapa laporan, varian ini disebut telah masuk ke Indonesia sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala serta cara penanganannya sejak dini.
Manajer Pelayanan Medis RS Al Huda, dr. Khusnul Imama, menjelaskan bahwa secara medis super flu diidentifikasi sebagai virus influenza A subvarian H3N2 dengan subclade K. Varian ini memiliki kemampuan memicu gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.
“Secara karakteristik, super flu ini bukan flu biasa. Tingkat penularannya sangat cepat dan gejalanya jauh lebih berat,” jelas dr. Khusnul.
Penularan Sangat Agresif
Salah satu ciri utama super flu adalah kemampuannya menyebar dengan sangat cepat di tengah populasi.
Kondisi ini dipengaruhi oleh mutasi genetik virus yang membuatnya lebih efektif dalam menginfeksi sel-sel saluran pernapasan manusia.
Akibatnya, risiko penularan di ruang publik, lingkungan kerja, sekolah, maupun fasilitas umum menjadi lebih tinggi, terutama jika protokol kesehatan diabaikan.
Gejala Super Flu yang Harus Diwaspadai
Dr. Khusnul mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala yang muncul. Beberapa tanda khas super flu yang perlu diwaspadai antara lain:
- Demam sangat tinggi, suhu tubuh dapat melonjak drastis hingga 39–41 derajat Celsius, jauh di atas demam flu biasa yang umumnya berada di kisaran 37–38,5 derajat Celsius.
- Nyeri otot dan sendi hebat, menyebabkan tubuh terasa sangat lemas dan sulit beraktivitas.
- Sakit kepala berat, dengan intensitas nyeri yang jauh lebih kuat dibandingkan pusing biasa.
- Gangguan tenggorokan dan batuk, berupa sakit tenggorokan tajam yang disertai batuk kering berkepanjangan.
“Keluhan-keluhan ini bisa muncul secara bersamaan dan berkembang cepat,” ujarnya.
Risiko Tinggi pada Kelompok Rentan
Super flu juga dinilai memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung.
Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, infeksi ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau infeksi pernapasan akut berat.
Dalam kondisi tertentu, komplikasi tersebut bahkan berpotensi menyebabkan kegagalan organ dan mengancam keselamatan jiwa.
“Oleh karena itu, bila mengalami gejala berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” tegas dr. Khusnul.
Pencegahan Tetap Jadi Kunci
Untuk menekan risiko penularan, masyarakat diimbau tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
- Menggunakan masker di tempat keramaian
- Mencuci tangan secara rutin dengan sabun
- Menerapkan etika batuk dan bersin
- Istirahat yang cukup
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Berolahraga minimal 30 menit setiap hari
Selain itu, untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan influenza, RS Al Huda (RSAH) juga telah menyediakan layanan vaksin influenza sebagai salah satu upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko penularan super flu serta melindungi diri dan keluarga dari dampak yang lebih serius. (*)
Editor : Ali Sodiqin