Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RSUD Blambangan Hadirkan Terapi Spinal Decompression, Solusi Modern Atasi Nyeri Punggung dan Leher Tanpa Operasi

Ali Sodiqin • Selasa, 13 Januari 2026 | 07:23 WIB

Alat terapi baru untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang dan leher.
Alat terapi baru untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang dan leher.

RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya yang kerap mengalami nyeri punggung bawah maupun nyeri leher.

RSUD Blambangan kini menghadirkan teknologi terapi terbaru, Spinal Decompression, sebagai solusi modern untuk mengatasi berbagai gangguan tulang belakang tanpa tindakan operasi.

Spinal Decompression merupakan metode terapi non-bedah yang bertujuan membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang dan saraf.

Terapi ini semakin banyak dimanfaatkan dalam dunia rehabilitasi medik karena dinilai aman, nyaman, dan efektif untuk berbagai keluhan muskuloskeletal.

Atasi Berbagai Keluhan Tulang Belakang

Terapi Spinal Decompression diketahui efektif dalam membantu menangani berbagai kondisi, di antaranya nyeri punggung bawah dan atas, nyeri leher, hingga gangguan pada diskus intervertebralis dan saraf yang tertekan.

Selain itu, terapi ini juga bermanfaat bagi pasien dengan scoliosis, yaitu kelainan pada kelengkungan tulang belakang.

Melalui teknik decompression yang terkontrol, terapi ini dapat membantu mengembalikan posisi diskus intervertebralis yang mengalami herniasi atau protrusi, sehingga tekanan pada saraf dapat berkurang secara bertahap.

Tidak hanya meredakan nyeri, Spinal Decompression juga berperan dalam meningkatkan mobilitas tubuh, mengurangi kekakuan otot, memperbaiki aliran darah di area tulang belakang, serta membantu pasien mengurangi ketergantungan terhadap obat pereda nyeri.

Nyaman, Aman, dan Tanpa Rasa Sakit

Setiap sesi terapi Spinal Decompression biasanya berlangsung selama 15 hingga 30 menit, tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Terapi ini tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga menjadi pilihan ideal bagi pasien yang ingin menghindari tindakan operasi maupun proses pemulihan yang panjang.

Untuk hasil yang lebih optimal, Spinal Decompression juga dapat dikombinasikan dengan terapi fisik lainnya, seperti massage medis dan latihan penguatan otot yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Ditangani Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik

Pelaksanaan terapi Spinal Decompression di RSUD Blambangan dilakukan menggunakan alat khusus yang telah dirancang dengan sistem keamanan serta pengaturan yang presisi.

Sebelum menjalani terapi, setiap pasien akan melalui tahap evaluasi medis terlebih dahulu.

Evaluasi tersebut dilakukan oleh dr. Ingrid Melia Kartika, Sp.KFR, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, guna menentukan program terapi yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, MMRS, FISQua, menyampaikan bahwa seiring perkembangan teknologi medis modern, Spinal Decompression menjadi salah satu alternatif terapi rehabilitasi medik yang semakin diminati masyarakat.

“Terapi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengalami gangguan tulang belakang dan leher, tanpa harus menjalani operasi maupun pemulihan yang lama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran layanan Spinal Decompression ini sejalan dengan arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, yang mendorong RSUD Blambangan untuk terus berinovasi menghadirkan teknologi medis terkini demi pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.

Dengan hadirnya layanan ini, RSUD Blambangan berharap masyarakat memiliki alternatif terapi yang aman, efektif, dan modern dalam menangani berbagai keluhan tulang belakang dan leher. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Terapi Spinal Decompression #nyeri leher #rsud blambangan #nyeri punggung