Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Klaim Gagal Ginjal Capai Rp 39,1 Miliar, Penyakit Katastropik di Banyuwangi Membengkak pada 2025!

Fredy Rizki Manunggal • Minggu, 30 November 2025 | 13:00 WIB
MASIH TINGGI: BPJS Kesehatan Banyuwangi memaparkan angka klaim penyakit selama tahun 2025.
MASIH TINGGI: BPJS Kesehatan Banyuwangi memaparkan angka klaim penyakit selama tahun 2025.

RADARBANYUWANGI.ID – Klaim penyakit katastropik di Banyuwangi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi mencatat, sepanjang 2025 penyakit gagal ginjal menjadi kasus dengan klaim tertinggi mencapai Rp 39,1 miliar. 

Angka itu pun tercatat jauh melampaui penyakit kronis lainnya. Posisi kedua ditempati diabetes melitus dengan klaim Rp 7,4 miliar, disusul gangguan ginjal kronis sebesar Rp 6,7 miliar. Kasus operasi prostat berada di peringkat berikutnya dengan total klaim Rp 5,3 miliar.

Layanan operasi caesar juga membukukan biaya besar, yakni Rp 5,195 miliar selama tahun 2025. Selanjutnya rehabilitasi medis sebesar Rp 5,117 miliar.

Penyakit demam tifoid (tipes) menyedot Rp 5 miliar, sementara stroke menutup daftar delapan besar dengan klaim Rp 4,8 miliar.

Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Haidiar Zulmi Farensi mengatakan, tren tingginya jumlah klaim ini disebabkan dua faktor.

Yang pertama bertambahnya kasus penyakit yang menyebabkan gagal ginjal. Kemudian yang kedua meningkatnya jumlah peserta aktif di Banyuwangi. 

Dengan cakupan kepesertaan yang semakin luas, pemanfaatan layanan kesehatan juga ikut melonjak.

Masyarakat yang dulu memilih untuk tidak berobat atau melakukan pengobatan alternatif, kini berangkat ke rumah sakit untuk menjalani tindakan medis.

“Dulu warga ketika harus cuci darah sering berpikir berulang kali. Sekarang mereka langsung berobat karena aksesnya semakin mudah,” kata Haidiar.

Dia menambahkan, secara nasional penyakit katastropik terbesar didominasi jantung dan kanker. Untuk gagal ginjal menempati posisi ke empat.

Sedangkan di Banyuwangi komposisinya berbeda. Daerah ini justru lebih banyak didominasi penyakit gagal ginjal dan diabetes.

Untuk menekan meluasnya kasus, BPJS Kesehatan terus memperkuat program promotif dan preventif.

Salah satunya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Prolanis dibiayai dari dana kapitasi dan klaim, termasuk kontribusi dari kami. program ini kita harap bisa menekan beberapa penyakit tidak menular yang kini mendominasi di tengah masyarakat.” ujarnya.

Dia berharap masyarakat mulai lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga pola hidup, rutin memeriksakan diri, serta melakukan deteksi dini.

“Langkah preventif harus menjadi prioritas. Kalau dicegah sejak awal, risiko penyakit berat bisa ditekan,” pungkasnya. (fre/aif)

8 Besar Klaim Penyakit di BPJS Kesehatan

  1. Gagal ginjal: Rp 39,1 M
  2. Diabetes militus: Rp 7,4 M
  3. Ginjal kronis: Rp 6,7 M
  4. Operasi prostat: Rp 5,3 M
  5. Operasi cesar: Rp 5,195 M
  6. Rehabilitasi medis: Rp 5,117 M
  7. Demam tipoid (tipes): Rp 5 M
  8. Stroke: Rp 4,8 M
Editor : Ali Sodiqin
#klaim bpjs #banyuwangi #bpjs kesehatan