RADARBANYUWANGI.ID – Memasuki musim pancaroba dan beberapa peristiwa banjir yang melanda sejulah titik di Banyuwangi, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau warga mewaspadai potensi penyebaran penyakit.
Termsuk demam berdarah dengue (DBD), diare, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus jumlah kasus ISPA stabil di kisaran 7 ribu sampai 8 ribu per bulan.
Namun memasuki September hingga November ini, laporan kasus melampaui 9.100 per bulan.
“Ada peningkatan yang cukup signifikan di dua bulan terakhir ini. Kami meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan respons cepat ketika ada laporan masyarakat, karena ISPA ini penyakit menular dan perlu penanganan segera,” ujarnya, Senin (24/11).
Amir menuturkan, edukasi kepada masyarakat harus kembali digencarkan, terutama terkait penggunaan masker, etika batuk dan bersin, serta peningkatan imunitas tubuh.
Musim pancaroba yang disertai cuaca ekstrem dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya kerentanan kesehatan masyarakat.
“Imunitas biasanya menurun. Jadi perlu asupan vitamin C, gizi yang cukup, dan jika muncul gejala segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.
Selain ISPA, beberapa penyakit lain juga berpotensi meningkat pada musim hujan. Di antaranya demam berdarah dengue (DBD), diare, dan leptospirosis.
Khusus DBD, populasi nyamuk Aedes aegypti meningkat karena meningkatnya keberadaan genangan air.
Termaasuk di tempat-tempat penampungan yang terisi saat hujan. Sedangkan diare kerap muncul akibat sanitasi yang buruk di kondisi cuaca ekstrem.
Selain itu, Amir juga mewanti-wanti potensi leptospirosis terutama di wilayah yang terdampak banjir.
“Tikus sebagai vektor penyakit biasanya berada di tanah. Saat banjir mereka naik ke permukaan dan ini berisiko menularkan leptospirosis kepada manusia,” pungkasnya. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin