RADARBANYUWANGI.ID – Sekitar 4 ribu tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Banyuwangi memadati RTH Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 pagi Minggu pagi (23/11). Kegiatan yang diawali senam massal dan jalan sehat tersebut menjadi simbol penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa HKN bukan sekadar seremoni tahunan, namun momentum untuk kembali mengingatkan bahwa kesehatan adalah fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, perilaku hidup sehat tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan kolektif seluruh warga.
Hadir bersama Putri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta Putri, Bupati Ipuk mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik 15–30 menit per hari, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, menghindari rokok, menjaga kesehatan mental, serta memastikan kebersihan lingkungan.
“Upaya ini sangat penting mengingat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker, dan diabetes menyumbang lebih dari 75 persen kematian secara nasional,” tegas Bupati Ipuk.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa daerah harus terus memperkuat pencegahan dan edukasi kesehatan secara berkelanjutan untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
Tema HKN 2025, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, disebut Bupati Ipuk sebagai pesan bahwa investasi terbesar suatu daerah adalah pada kesehatan generasi mudanya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Banyuwangi terus memperluas akses layanan kesehatan, antara lain dengan menghadirkan dokter spesialis di puskesmas, memperkuat layanan basic care, serta mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan primer. Selain itu, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) telah dimanfaatkan 36 persen warga dan ditargetkan naik menjadi 50 persen pada akhir 2025. Pemerintah juga meningkatkan layanan jemput bola di sekolah, pasar, tempat kerja, hingga lokasi publik lainnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Ipuk juga menyerahkan bantuan sembako dan kursi roda kepada warga sakit di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh warga, terutama yang sakit dan rentan, tetap mendapatkan dukungan dan perhatian negara. “Saya ingin memastikan bahwa kesehatan itu harus dirasakan semua warga, termasuk mereka yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan fisik,” ujar Ipuk.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan bahwa Germas tahun ini menjadi momentum konsolidasi tenaga kesehatan untuk memperkuat edukasi, deteksi dini, serta penguatan upaya promotif–preventif di masyarakat.
Dinkes terus mengembangkan inovasi seperti digitalisasi layanan kesehatan, pemantauan kesehatan sekolah, ekspansi deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), dan respons cepat melalui Go Ambulans serta layanan telekonsultasi 24 jam. “Tujuan kami: mewujudkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Pemkab Banyuwangi melalui Dikes juga memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba HKN, antara lain: Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat, Lomba Senam Peregangan yang akan direplikasi sebagai aktivitas fisik harian di tempat kerja, dan Lomba Foto Layanan Kesehatan yang menampilkan praktik terbaik tenaga kesehatan Banyuwangi.
“Penghargaan ini diharapkan memperkuat semangat inovasi, kreativitas, dan edukasi kesehatan di kalangan tenaga kesehatan serta masyarakat,” pungkas Amir. (cw3/sgt)
Editor : Sigit Hariyadi