Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Deteksi Dini Kanker Payudara, DWP Banyuwangi-Dinkes Gelar Sadanis

Sigit Hariyadi • Kamis, 20 November 2025 | 01:50 WIB
KOLABORASI: Kepala Dinkes Amir Hidayat bersama Ketua DWP Linna Guntur Priambodo dan peserta Sadanis di kantio Dinkes Banyuwangi Rabu (19/11).
KOLABORASI: Kepala Dinkes Amir Hidayat bersama Ketua DWP Linna Guntur Priambodo dan peserta Sadanis di kantio Dinkes Banyuwangi Rabu (19/11).

RADARBANYUWANGI.ID – Pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) kembali digaungkan sebagai langkah penting pencegahan kanker payudara di Banyuwangi. Kali ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi berkolaborasi melakukan aksi nyata untuk mencegah penyakit tersebut.

DWP Banyuwangi dan Dinkes Banyuwangi menggelar edukasi dan deteksi kanker payudara pada Rabu (19/11). Kegiatan yang digelar di Kantor Dinkes Banyuwangi ini diikuti 120 anggota DWP.

Ketua DWP Banyuwangi Linna Guntur Priambodo mengatakan, banyak perempuan menunda pemeriksaan karena takut, malu, atau merasa tidak memiliki keluhan. “Padahal justru pada fase tanpa gejala itulah pemeriksaan menjadi sangat menentukan. Kita tidak boleh membiarkan ibu-ibu datang saat sudah stadium lanjut,” ujarnya.

Linna mengajak para suami, anak, serta komunitas perempuan untuk lebih aktif mendampingi dan mendukung upaya pencegahan. “Kesehatan perempuan adalah fondasi kesehatan keluarga. Ketika ibu sehat, rumah tangga menjadi lebih kuat,” tambahnya.

Ia berharap ke depan Sadanis dapat menjadi gerakan kolektif di desa-desa dan kegiatan komunitas lainnya.

PENCEGAHAN: Ketua DWP Banyuwangi Linna Guntur Priambodo meninjau kegiatan Sadanis hasil kerja sama DWP dan Dinkes Banyuwangi Rabu (19/11).
PENCEGAHAN: Ketua DWP Banyuwangi Linna Guntur Priambodo meninjau kegiatan Sadanis hasil kerja sama DWP dan Dinkes Banyuwangi Rabu (19/11).

Sementara itu, Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci penyelamatan nyawa perempuan. Ia memaparkan bahwa prevalensi tumor dan kanker di Indonesia mengalami kenaikan. “Survei kesehatan menunjukkan peningkatan prevalensi kanker dari 1,4 per 1.000 penduduk menjadi 1,79 per 1.000. WHO juga mencatat kanker payudara menyumbang 16,6 persen dari seluruh kasus kanker dengan lebih dari 22.000 kematian setiap tahun,” ujarnya.

Hingga saat ini, 64.667 perempuan Banyuwangi telah diperiksa dan ditemukan 87 kasus benjolan, 21 kasus yang dicurigai kanker, serta 171 kasus non-simple cyst yang membutuhkan pengawasan ketat. “Angka-angka ini menunjukkan betapa pentingnya pemeriksaan dini. Jika kanker ditemukan pada stadium awal, peluang hidup lima tahun bisa mencapai 97 persen. Sebaliknya, pada stadium lanjut angka itu bisa turun menjadi di bawah 20 persen,” tegas Amir.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Banyuwangi berkomitmen memperluas cakupan pemeriksaan, memperkuat jejaring rujukan di RSUD Blambangan dan Genteng, serta mengintegrasikan layanan dengan semua Puskesmas.

Narasumber edukasi, Dokter spesialis bedah RSUD Blambangan dr. Erwin Kurniawan, Sp.B, menekankan kualitas dan kecepatan rujukan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. “Kasus-kasus suspek atau benjolan yang tidak normal harus segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan berupa USG atau mamografi. Waktu sangat berarti. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh,” jelas dr. Erwin.

Ia juga menegaskan bahwa banyak kasus dapat ditangani dengan baik bila ditemukan dini. “Kita ingin perempuan Banyuwangi tidak lagi datang dalam kondisi stadium tiga atau empat. Oleh karena itu, kami memperkuat layanan diagnostik dan koordinasi dengan Puskesmas,” tambahnyA.

Erwin mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dan DWP Banyuwangi yang terus aktif melakukan edukasi. “Ini bukan hanya upaya medis, tetapi kerja kemanusiaan. Setiap perempuan yang diselamatkan adalah keluarga yang terselamatkan,” pungkasnya. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#Dharma Wanita BAnyuwangi #Dinkes Banyuwangi #kanker payudara