RADARBANYUWANGI.ID – Gerakan Sekolah Sehat (GSS) merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mempunyai tujuan untuk peningkatan kesehatan peserta didik.
GSS berfokus pada sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.
Guna menyosialisasi dan meningkatkan GSS di Bumi Blambangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi melaksanakan lomba iklan layanan masyarakat.
Lomba ini dibagi menjadi dua kategori, yakni untuk sekolah di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Cabdindikprovjatim) Wilayah Banyuwangi dan Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi.
Untuk kalangan Cabdindikprovjatim Wilayah Banyuwangi, lomba ini diikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta.
Sekitar 21 sekolah mengikuti lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM) ini.
Sebelumnya, sekitar sebulan lalu, Dinkes Banyuwangi menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi GSS yang bertempat di Aula SMAN 1 Glagah Banyuwangi. Selanjutnya, Selasa (18/11) dilaksanakan penjurian.
Ada beberapa juri yang terlibat dalam penilaian lomba ILM ini. Yakni, perwakilan Dinas Kesehatan dr Yuwono, perwakilan RS Yasmin dr. Handri Irawan, perwakilan Cabdindikprovjatim Wilayah Banyuwangi Arief Ainur Rozie, perwakilan Jawa Pos Radar Banyuwangi Gerda Sukarno, serta Vicky dari unsur videografer profesional.
Penjurian yang dilakukan secara daring diwarnai diskusi aktif antarjuri. Mereka mendiskusikan berbagai poin penilian dan sudut pandang masing-masing. Selanjutnya dewan juri memilih Juara I, II, dan III.
Para pemenang akan diumumkan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada Senin (24/11) mendatang.
Dr. Yuwono menyampaikan bahwa penjurian lomba ILM ini tidak sekadar menekankan kualitas video, pengambilan video, serta ide, tetapi juga isi konten atau pesan terkait GSS.
“Rencananya karya yang menjadi pemenang akan disertakan dalam sosialisasi Dinas Kesehatan,” terangnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin