Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cegah TBC Meluas, Pemkab Banyuwangi Gencarkan Skrining Massal dan Jemput Bola Hingga ke Rumah Warga!

Sigit Hariyadi • Jumat, 14 November 2025 | 12:15 WIB
PEDULI KESEHATAN: Bupati Ipuk Fiestiandani menyapa sejumlah pasien saat meninjau pelayanan di Puskesmas Mojopanggunh, Kecamatan Giri, pada Rabu (12/11).
PEDULI KESEHATAN: Bupati Ipuk Fiestiandani menyapa sejumlah pasien saat meninjau pelayanan di Puskesmas Mojopanggunh, Kecamatan Giri, pada Rabu (12/11).

RADARBANYUWANGI.ID – Pemkab Banyuwangi terus berupaya menekan penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC) di Bumi Blambangan.

Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan, skrining serentak digelar puskesmas-puskesmas yang tersebar di 25 kecamatan se-kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Sebelumnya kader Posyandu di setiap wilayah juga rutin jemput bola mendeteksi gejala TBC sejak dini. Bahkan tidak hanya deteksi dan pengobatan, pemkab juga melakukan penanganan terkait sanitasi para keluarga pasien.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, deteksi dini TBC digencarkan agar penanganan bisa lebih cepat dan penularan dapat ditekan.

“Dengan deteksi dini TBC, maka semakin cepat ditangani dan penularan semakin ditekan,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan skrining di Puskesmas Mojopanggung, Kecamatan Giri, Rabu (12/11).

Selain skrining, Ipuk juga berharap agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Menjaga gizi, pola hidup sehat, mengurangi kebiasaan merokok, serta masalah sanitasi ini harus menjadi perhatian bersama,” tutur Ipuk.

Penanganan penyakit TBC telah menjadi salah satu perhatian utama pemkab di bidang kesehatan. Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November, pemkab secara khusus juga memberikan bantuan sembako kepada para pasien TBC dari keluarga prasejahtera.

Belanja bantuan ini merupakan bagian dari program Belanja Tanggal Cantik 11 November (11/11).

Program ini rutin digelar dengan melibatkan seluruh ASN dan lintas instansi serta organisasi masyarakat untuk berbelanja di warung rakyat terdekat. Hasil belanja lantas diberikan kepada keluarga prasejahtera.

“Khusus November, belanja cantik kami salurkan selain kepada anak stunting (tengkes) dan keluarga prasejahtera, juga kami berikan kepada pasien TB dan pasien yang membutuhkan,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, penanganan masalah sanitasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan pentingnya pencegahan TBC di anggota keluarga juga masalah sirkulasi udara di dalam rumah.

“Ada beberapa rumah yang sirkulasinya tidak baik, kami bantu genting kaca agar ada sinar matahari yang masuk. Kami edukasi juga di lingkungan mereka agar anggota keluarga tidak tertular,” kata Amir.

Amir mengatakan pihaknya melibatkan 11.684 kader posyandu untuk secara aktif mencari dan mendeteksi kasus TBC melalui program active case finding di seluruh wilayah.

Kader posyandu inilah yang berperan sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) bagi penderita TBC, memastikan pasien benar-benar meminum obatnya secara rutin dan tuntas.

Bagi yang terkonfirmasi positif, Dinkes melalui puskesmas memberikan pengobatan rutin. Sementara bagi kontak erat yang belum menunjukkan gejala akan diberikan obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).

“Sampai saat ini belum ada kasus kematian akibat TBC. Kami fokus pada pencegahan, memastikan rumah sehat dengan cahaya matahari, sirkulasi udara baik, dan pengobatan teratur,” ujar Amir.

Untuk penanganan lebih lanjut, RSUD Blambangan telah menyiapkan ruangan dan dokter khusus untuk menangani pasien tuberkulosis resisten obat (TB MDR).

Salah satu pasien TBC berinisial S asal Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, mengaku sudah tiga bulan menjalani pengobatan rutin. Dia mendapatkan obat secara teratur yang diantarkan langsung oleh petugas puskesmas ke rumahnya.

“Semua pengobatan gratis, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tidak ada biaya sepeser pun. Saya juga sempat dirawat inap empat hari awal-awal dinyatakan TB dan petugas rutin datang memantau ke rumah,” bebernya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#posyandu #tbc #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi #puskesmas