RADARBANYUWANGI.ID – Gerakan Sekolah Sehat (GSS) merambah madrasah di Banyuwangi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi bersama RS Yasmin dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi berkolaborasi mewujudkan lingkungan madrasah yang lebih sehat.
Berkenaan dengan itu, para guru pembimbing Usaha Kegiatan Sekolah (UKS) di madrasah mulai jenjang MI, MTs hingga MA, mengikuti sosialisasi GSS di Aula Kantor Kemenag Banyuwangi, Rabu (5/11).
Termasuk sosialisasi lomba video iklan layanan masyarakat terkait GSS.
Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, sosialisasi GSS yang difasilitasi Kemenag dan RS Yasmin tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya promotif dan preventif bidang kesehatan di lingkup madrasah.
“Pencegahan jauh lebih murah daripada risiko yang akan terjadi di kemudian hari,” ujarnya.
Amir menyebut saat ini tren penyakit metabolisme mulai meningkat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada kalangan pelajar.
Kondisi seperti hipertensi hingga obesitas mulai terlihat. Salah satunya dipicu rendahnya aktivitas fisik.
“Perilaku merokok juga relatif meningkat di jenjang pendidikan. Data kami, 2,2 persen di SD, 5 persen usia SMP, dan 14 persen SMA. Bahkan per 30 September perilaku merokok sudah 19 persen pada usia SMA. Ini berisiko memicu penyakit metabolisme hingga hipertensi yang menjadi pemicu penyakit jantung, stroke, dan lainnya,” ujarnya.
Selain fisik, Amir juga menyoroti pentingnya kesehatan mental. Ia menyebut 80 persen penyakit berakar dari depresi sehingga perlu dicegah sejak awal.
“Kesehatan mental juga menjadi consern kita karena 80 persen penyakit berakar dari depresi. Karena itu kami hadirkan psikolog untuk memperkuat promotif dan preventif kesehatan, baik mental maupun fisik,” tegasnya.
Untuk mendorong partisipasi siswa, Dinkes meminta dukungan guru UKS untuk membuat pesan-pesan edukasi dan video pendek untuk menjalankan GSS.
“Komunikasi antar sebaya lebih efektif. Kita harapkan UKS bisa ditingkatkan dan diperkuat untuk menunjang kesehatan siswa sehingga menjadi faktor pendukung tercapainya tujuan pendidikan,” tambah Amir.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat menegaskan, pihaknya ingin memastikan madrasah memiliki lingkungan yang sehat secara fisik dan mental.
“Semakin sehat kehidupan kita, maka pendidikan di madrasah semakin maju dan tujuan pendidikan akan tercapai,” ujarnya.
Psikolog Klinis RS Yasmin Cinta Retsa memaparkan pentingnya kesehatan psikologis bagi para siswa. Menurutnya, sehat bukan hanya fisik tetapi juga mental.
“Ini sering berkaitan dengan stigma masyarakat. Banyak yang self diagnosis karena ketidaktahuan. Lingkungan sekolah punya peran, ada layanan BK (Bimbingan Konseling) di sekolah. Jika tidak bisa ditangani bisa dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Cinta, aspek psikologi memengaruhi proses pembelajaran. “Psikologi berkaitan dengan kognitif, afeksi, emosi, dan sosial. Jika emosi tidak terkontrol, siswa cenderung bertindak negatif,” tambahnya.
Lebih lanjut Cinta mengatakan bahwasannya RS Yasmin menyediakan beberapa fasilitas kesehatan untuk mendukung program GSS, salah satunya Yasmin Squad.
“Yasmin Squad bisa memfasilitasi pendampingan tumbuh kembang para siswa dan kami juga keliling ke sekolah. Ini salah satu bentuk dukungan RS Yasmin terhadap GSS,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin