RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi, kembali menghadirkan inovasi yang menggabungkan aspek teknologi kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan. Inovasi tersebut diberi nama ”Janji Cinta”, kepanjangan dari Jajanan Jeli Inovatif Kaya Kolagen Aktivator, Vitamin, Protein, Trace Mineral, dan Antioksidan.
Kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes Tamansari, Kecamatan Licin ini dilaksanakan Sabtu (1/11) dengan pembudidayaan pohon kelor. Inovasi ini menjadi terobosan untuk meningkatkan nilai ekonomi daun kelor yang akan diolah menjadi superfood bernilai tinggi dan bermanfaat untuk semua kalangan usia.
Tak hanya itu, inovasi ”Janji Cinta” juga berhasil meraih Top 6 Innovasi Teknologi Pemerintah Propinsi Jawa Timur di ajang INOTEK Award. Penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas kreativitas RSUD Blambangan dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis potensi lokal.
Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Angraeni, MMRS, FISQua, CHQP menjelaskan, inovasi Janji Cinta bukan sekadar proyek kesehatan, tetapi juga program berkelanjutan yang menumbuhkan kemandirian masyarakat. ”Kita libatkan warga sejak awal, mulai dari pembibitan, penanaman, sampai proses panen daun kelor. Setelah tumbuh dengan baik, daunnya akan kami beli kembali untuk diolah menjadi produk superfood yang bernilai tinggi,” ujarnya.
Menurut Asiyah, kandungan gizi daun sangat luar biasa sampai disebut sebagai ”malaikat hijau”. Kelor mengandung banyak nutrisi penting dan memiliki fungsi DNA repair. Khasiatnya mampu membantu memperbaiki sel tubuh. ”Daun kelor sangat baik untuk pencegahan stunting pada bayi dan menjaga kesehatan lansia, untuk kecantikan dan vitalitas di semua usia,” kata Asiyah antusias.
Sebagai langkah lanjutan, RSUD Blambangan juga membentuk tim pendamping masyarakat. Melalui pelatihan kepada sejumlah PIC (Person in Charge) di setiap wilayah, warga akan mendapatkan bimbingan tentang cara menanam, merawat, dan memanen kelor yang benar. “Kami berharap Desa Tamansari bisa berkembang menjadi sentra kelor Banyuwangi. Jadi bukan hanya menyehatkan, tapi juga menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 300 bibit kelor diserahkan kepada warga untuk ditanam di lahan pertanian milik BUMDes Tamansari. Pengelolaan dilakukan secara intensif oleh warga. Hasil panennya nantinya akan dibeli oleh RSUD Blambangan atau diolah secara mandiri untuk dikembangkan menjadi produk lokal unggulan. Melihat potensinya yang begitu besar, ke depan tidak menutup kemungkinan hasil panen kelor Tamansari dapat menembus pasar ekspor.
Perwakilan BUMDes Tamansari, Dedi, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. “Kami sangat bangga karena dipercaya RSUD Blambangan untuk menjadi mitra dalam budidaya kelor secara masif ini. Ini peluang besar bagi masyarakat untuk maju dan mandiri,” ujarnya.
Pihaknya optimistis kolaborasi ini akan membawa manfaat jangka panjang. ”Semoga Tamansari bersama RSUD Blambangan ke depannya bisa menjadi pelopor gerakan sehat dan sejahtera di Banyuwangi, bahkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain,” pungkasnya. (dalila adinda/aif)
Editor : Sigit Hariyadi