RADARBANYUWANGI.ID - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan kembali mencatat capaian penting dalam dunia medis. Untuk pertama kalinya, tim dokter RSUD Blambangan sukses melakukan prosedur intervensi vaskular berupa angioplasti perifer pada seorang pasien dengan penyempitan pembuluh darah arteri di kaki.
Prosedur angioplasti perifer merupakan tindakan medis minim invasif yang bertujuan membuka kembali pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat akibat penyakit tertentu. Melalui tindakan ini, dokter memasukkan kateter dan balon khusus melalui lipat paha pasien dengan sayatan kecil di area inguinal.
Balon tersebut berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah kembali lancar tanpa perlu operasi terbuka. Pasien pertama yang menjalani tindakan medis adalah Saini, 62. Wanita tersebut sebelumnya datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Blambangan dengan keluhan luka di kaki kiri yang tak kunjung sembuh selama tiga minggu.
Sebelumnya, pasien sudah menjalani amputasi jari kelingking kaki kiri karena jaringan sudah menghitam (nekrosis). Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tim dokter, pasien kemudian dikonsulkan untuk menjalani tindakan angiografi dan angioplasti perifer guna memperbaiki sirkulasi darah di area kaki yang terdampak.
Ditunjang Alat Kedokteran Mutakhir
Tindakan itu pun berhasil. Area yang sebelumnya tak kunjung sembuh karena terhambatnya aliran darah menjadi lebih lancar. Tindakan medis ini merupakan prosedur minimal invasif yang ditunjang dengan alat kedokteran mutakhir berupa ruang khusus cathlab dan berbagai kateter vaskular, mulai dari kateter diagnosis, guiding, hingga kateter dengan balon khusus untuk melebarkan pembuluh darah pasien. ”Alhamdulillah, semua peralatan medis canggih tersebut telah tersedia di RSUD Blambangan Banyuwangi,” ujar dokter radiologi intervensi RSUD Blambangan, dr Nizam Fahmi Sp.Rad, Subsp. RI (K),
Hadirkan Layanan Medis Modern
Dokter yang memimpin langsung tindakan medis tersebut mengatakan, langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata peningkatan kapasitas layanan RSUD Blambangan. Khususnya dalam bidang radiologi intervensi dan penanganan penyakit vaskular. Di mana penanganan semacam itu selama ini masih jarang dilakukan di rumah sakit daerah.
Plt. Direktur RSUD Blambangan dr. Siti Asiyah Anggraeni, MMRS mengatakan, dengan keberhasilan ini, RSUD Blambangan menegaskan diri sebagai rumah sakit rujukan regional yang terus berinovasi menghadirkan layanan medis modern bagi masyarakat. “Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan berteknologi tinggi agar warga Banyuwangi bisa mendapatkan penanganan medis terbaik tanpa harus keluar kota,” tandas dr Asiyah. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin