RADARBANYUWANGI.ID - Pelayanan kesehatan di Banyuwangi akan didorong untuk semakin kuat.
Rencananya, tahun depan, sejumlah puskesmas di Bumi Blambangan bakal mendapat tambahan tenaga dokter dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, bantuan tenaga dokter dari provinsi merupakan respon atas kebutuhan tenaga medis di Banyuwangi.
Jumlah dokter di Banyuwangi saat ini masih belum seimbang dengan jumlah peserta BPJS di daerah.
“BPJS mendorong agar proporsi dokter sesuai standar Permenkes, yaitu satu dokter untuk lima ribu penduduk.Saat ini, masih ada puskesmas rawat jalan yang hanya memiliki satu dokter,” kata Amir.
Untuk memenuhi hal tersebut, Pemprov Jatim akan menugaskan dokter ke beberapa puskesmas rawat jalan di Banyuwangi.
Langkah ini juga diperkuat dengan usulan dari Pemkab Banyuwangi untuk menambah dokter melalui dukungan APBD.
“Kami sudah mengajukan agar 18 puskesmas rawat jalan mendapat tambahan dokter. Dari total 27 yang diusulkan, kemungkinan tahap awal akan datang 17 dokter mulai tahun 2026,” jelasnya.
Banyuwangi sendiri saat ini memiliki 45 puskesmas. Terdiri dari 18 puskesmas rawat inap dan 27 puskesmas rawat jalan.
Dengan tambahan tenaga medis tersebut, pemerintah daerah menargetkan pelayanan menjadi lebih cepat dan merata.
“Kalau satu puskesmas melayani hingga 10 ribu peserta BPJS, maka idealnya diisi dua dokter. Itulah kenapa kolaborasi antara Pemprov, Pemda, dan BPJS sangat penting agar kebutuhan ini bisa terpenuhi,” tambah Amir.
Dia berharap, dukungan tenaga dokter dari provinsi menjadi langkah awal menuju pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Banyuwangi.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan di tingkat pertama.
“Kami berharap bantuan ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer di Banyuwangi,” pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin