Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ribuan Penari Siap Guncang Pantai Boom! Festival Gandrung Sewu 2025 Usung Tema ‘Selendang Sang Gandrung‘

Ali Sodiqin • Minggu, 12 Oktober 2025 | 12:15 WIB
Para talent Gandrung Sewu mengikuti latihan gabungan kedua di Stadion Diponegoro, Sabtu  (11/10).
Para talent Gandrung Sewu mengikuti latihan gabungan kedua di Stadion Diponegoro, Sabtu (11/10).

RADARBANYUWANGI.ID – Rangkaian persiapan pergelaran spektakuler Festival Gandrung Sewu 2025 terus dimatangkan.

Ribuan penari dari berbagai sekolah dan sanggar seni di Banyuwangi Sabtu (11/10) mengikuti latihan gabungan kedua di Stadion Diponegoro.

Latihan dimulai pukul 14.00 hingga malam hari. Selama latihan, para talent memeragakan ragam formasi seperti arahan para pelatih.

Proses persiapan telah dilakukan sejak bulan Juli. Selama satu bulan pertama, tim melakukan seleksi penari, kemudian pada Agustus kegiatan sempat berhenti karena peserta fokus pada agenda di wilayah masing-masing.

Latihan kembali dilanjutkan pada September hingga Oktober ini, dan kini sudah memasuki tahap latihan gabungan besar.

“Kita mulai dari Juli, seleksi dulu sebulan penuh. Agustus istirahat karena ada kegiatan lain, lalu September mulai lagi sampai sekarang. Ini sudah masuk latihan bersama yang kedua,” ujar ketua tim kreatif pergelaran Gandrung Sewu, Suko Prayitno.

 

Pelatih Lakukan Improvisasi

Meski waktu latihan sangat terbatas, semangat para penari tetap tinggi. Dari sekitar 1.300 penari yang terlibat, mereka berasal dari berbagai latar belakang dan tingkat kemampuan yang berbeda.

“Bayangkan, mengatur 1.300 anak dengan kemampuan yang beragam hanya dengan tiga kali latihan bersama. Harusnya minimal lima kali supaya hasilnya maksimal,” ungkapnya.

Suko menjelaskan, karena keterbatasan waktu, tim penata tari dan pelatih lapangan harus melakukan improvisasi.

Misalnya, beberapa kelompok melakukan latihan tambahan di wilayah masing-masing, agar formasi dan gerak tari tidak banyak mengalami kesalahan saat gladi bersama.

“Sabtu kemarin kita adakan latihan tambahan. Ada beberapa yang belum pas, jadi kelompok-kelompok di tiap ring kita arahkan latihan mandiri. Itu bentuk kesadaran dan tanggung jawab mereka,” jelasnya.

 

Optimistis Tetap Memukau

Meski menghadapi sejumlah kendala teknis, Suko tetap optimistis hasil akhir Gandrung Sewu tahun ini akan tetap memukau.

Apalagi, konsep tahun ini disusun dengan pendekatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini, konfigurasi panggung dan formasi penari saya pastikan berbeda. Kita tidak mau mengulang konsep lama. Bahkan untuk musik, saya pastikan tidak ada yang sama dengan tahun sebelumnya,” tegas Suko.

Tema Gandrung Sewu tahun ini adalah ”Selendang Sang Gandrung”. Tema tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Sebab, meski mengusung semangat tradisi gandrung, ada banyak inovasi visual dan gerak yang dimasukkan agar tetap segar dan tidak monoton.

“Untuk Gandrung Sewu, 99 persen koreografi memang khas gandrung, tapi konfigurasi dan pola geraknya berbeda total dari tahun lalu. Kita ingin penonton selalu merasa baru setiap kali menyaksikan Gandrung Sewu,” ujarnya.

Suko menegaskan, meski durasi latihan gabungan yang terbatas cukup menguji kesabaran, kekompakan, dan membutuhkan upaya ekstra dari seluruh peserta, namun antusiasme para penari justru semakin tinggi.

Hal itu terlihat dari semangat mereka yang tetap bertahan berlatih sejak pukul 14.00 hingga 21.00 malam tanpa mengeluh.

“Latihan yang hanya tiga kali ini memang sangat kurang, tetapi dengan semangat luar biasa para peserta, saya yakin hasil akhirnya tetap akan menggetarkan,” pungkasnya.

 

Usung Tema Selendang Sang Gandrung

Kabid Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Ainur Rofiq mengatakan, tahun ini Festival Gandrung Sewu akan digelar di Pantai Marina Boom  pada 25 Oktober.

Tahun ini Gandrung Sewu hadir dengan mengusung tema ”Selendang Sang Gandrung”.

Tema tersebut akan menyuguhkan interpretasi artistik dan mendalam mengenai peran sentral selendang dalam tari gandrung. 

 Rangkaian acara akan dibuka pada tanggal 23 Oktober dengan sajian musik etnik yang menghadirkan harmoni tradisi dan modernitas.

Keesokan harinya, 24 Oktober, fokus beralih ke ritual sakral dengan digelarnya Meras Gandrung di sore hari dan dilanjutkan dengan penampilan musik perkusi di malam hari.

”Puncak kemegahan Festival Gandrung Sewu akan berlangsung pada 25 Oktober, di mana ribuan penari akan menyajikan kolaborasi tarian yang spektakuler,’’ kata Rofiq.  (cw5-Dalila Adinda/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Pantai Boom Banyuwangi #gandrung sewu 2025 #Stadion Diponegoro #banyuwangi #festival gandrung sewu #latihan