Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Gencar Tekan Stunting! Inovasi ST2.0 Dinkes Berbuah 3 Penghargaan Nasional

Sigit Hariyadi • Kamis, 9 Oktober 2025 | 12:10 WIB
PKK melaksanakan pembinaan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai upaya nyata menekan kasus stunting melalui penyediaan pangan sehat dan bergizi dari hasil kebun keluarga.
PKK melaksanakan pembinaan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai upaya nyata menekan kasus stunting melalui penyediaan pangan sehat dan bergizi dari hasil kebun keluarga.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Keshatan (Dinkes) terus memperkuat langkah konkret dalam menangani masalah tengkes (stunting), khususnya di wilayah Kecamatan Wongsorejo.

Kecamatan paling utara Banyuwangi tersebut selama ini menjadi salah satu daerah dengan angka kasus stunting tertinggi.

Plt Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, berdasar data tahun 2020–2021 tercatat ratusan balita mengalami tengkes dan puluhan ibu hamil menderita kekurangan energi kronis (KEK).

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan meluncurkan inovasi ST2.0 (Strategi Terpadu Tumbuh-kembang Optimal).

Inovasi ini, kata Amir, mengusung pendekatan pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dengan tujuan menurunkan prevalensi stunting secara signifikan di wilayah kerja Puskesmas Wongsorejo.

Berbagai langkah dilakukan secara simultan, seperti peningkatan kunjungan ke posyandu, pemberian tablet tambah darah kepada ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

Selain itu, pemkab juga mendorong desa agar memanfaatkan anggaran ketahanan pangan untuk mengatasi permasalahan gizi di masyarakat.

Target yang ingin dicapai melalui program ini antara lain penurunan angka stunting di bawah 14%, penurunan balita gizi buruk hingga 0%, dan menurunkan prevalensi ibu hamil KEK di bawah 6% pada akhir 2025.

Upaya ini juga diiringi dengan edukasi gizi dan pelibatan aktif keluarga dalam perawatan anak.

Pemkab Banyuwangi optimistis inovasi ST2.0 dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam penanganan stunting, serta menjadi model kolaborasi daerah yang bisa direplikasi di wilayah lain.

“Dengan kerja bersama dan pendekatan berbasis komunitas, Banyuwangi berkomitmen melahirkan generasi sehat dan bebas stunting,” ujar Amir.

3 Kali Beruntun Masuk Daftar IID

KONSISTENSI Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dalam menghadirkan berbagai inovasi pelayanan kepada masyarakat berbuah penghargaan bergengsi. Tidak hanya penghargaan tingkat regional tetapi juga nasional.

Plt Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, sejak tahun 2023 hingga 2025 Dinas Kesehatan Banyuwangi tercatat tiga kali berturut-turut masuk dalam daftar Indeks Inovasi Daerah (IID) yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Bahkan, Banyuwangi meraih nilai kematangan inovasi sebesar 108, menunjukkan komitmen yang tinggi dalam pengembangan sistem pelayanan publik yang adaptif dan berdampak nyata.

Tidak hanya itu, kata Amir, ada tahun 2024, Banyuwangi berhasil masuk dalam Top 10 Anugerah Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek Award) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Penghargaan ini diraih dalam kategori Sosial Budaya dan Kependudukan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab tantangan sosial melalui pendekatan teknologi dan kebijakan yang inklusif.

Keberhasilan ini berlanjut di tahun 2025, di mana salah satu inovasi unggulan Dinas Kesehatan Banyuwangi berhasil masuk sebagai finalis Top Inovasi Pelayanan Publik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat nasional, khususnya dalam kategori Penyediaan Pelayanan Kesehatan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di Banyuwangi terus bergerak maju dan menjadi rujukan nasional.

Amir menambahkan, pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat dalam menciptakan sistem kesehatan yang responsif, terjangkau, dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, memperkuat pelayanan dasar, serta memastikan seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi dapat merasakan manfaat dari layanan kesehatan yang berkualitas,” pungkasnya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#dinkes #inovasi #banyuwangi #stunting