RADARBANYUWANGI.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) berkolaborasi dengan BPOM di Jember, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) dan Persatuan Ahlu Gizi Indonesia (Persagi) Cabang Banyuwangi menggelar pelatihan keamanan pangan dan siap saji bagi penjamah pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Blambangan. Kegiatan ini digelar di Hotel Tanjung Asri pada Sabtu (4/10).
Sebagai upaya untuk peningkatan keamanan dari program MBG, Dinkes menggelar pelatihan keamanan pangan dan siap saji yang diikuti oleh 6 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banyuwangi.
Pelatihan ini rutin diadakan tiap pekan dan diikuti oleh SPPG di Banyuwangi secara bergiliran.
Pada kesempatan kali ini peserta yang hadir sekitar 180 orang dari 6 SPPG. Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dimaksud adalah SPPG Penataban, Kecamatan Giri; SPPG Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi; SPPG Banjarsari, Kecamatan Glagah; SPPG Kedungrejo, Kecamatan Muncar; SPPG Kecamatan Siliragung; SPPG Dadapan, Kecamatan Kabat.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang digelar rutin ini. Menurut Ipuk, pelatihan ini adalah kunci untuk terus menjaga kualitas kesehatan anak-anak melalui program pemerintah pusat.
"Tentu Presiden Prabowo sudah membuat program ini tujuannya baik, tetapi agar semua dapat merasakan manfaatnya maka pelatihan ini menjadi kunci keberhasilan dan menghindari adanya kelalaian,” ujarnya.
Ipuk menegaskan bahwa penyediaan makanan yang aman dan bergizi bukanlah sesuatu yang istimewa, melainkan hak dasar yang harus diterima oleh setiap orang. Ia mengutip pernyataan Direktur Jenderal WHO Dr Natalia Chan bahwa keamanan makanan adalah hak semua orang.
“Semua orang berhak untuk mendapatkan makanan yang baik, yang aman, dan bergizi. Jadi kalau saat ini kita bisa menyajikan makanan yang seperti itu, maka itu bukan sesuatu yang istimewa, tapi memang sudah menjadi hak,” tegasnya.
Menurutnya, pelatihan keamanan pangan bagi para penyiap makanan sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada masyarakat, terutama anak-anak, benar-benar terjamin kualitas dan keamanannya.
Ipuk berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga standar keamanan pangan di Banyuwangi.
Salah satu materi pada pelatihan ini disampaikan langsung oleh petugas dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Jember Yusita Harminingsih, S.Farm.
Dalam paparannya, ia menyampaikan tentang sumber serta bahaya cemaran pangan, mulai dari cemaran fisik, biologi, hingga kimia, termasuk penyalahgunaan bahan berbahaya dalam makanan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Amir Hidayat menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG di Banyuwangi.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini harus tetap dijaga dengan langkah antisipatif yang lebih kuat.
“Kita bersyukur belum ada laporan kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG. Tapi justru karena itu, pelatihan, pendampingan, dan monitoring-evaluasi terhadap seluruh SPPG akan terus kami intensifkan,” tegasnya.
Dinkes menargetkan dalam dua pekan ke depan setidaknya 50 persen penjamah pangan MBG sudah mendapatkan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi sesuai arahan dari pemerintah pusat.
“Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini sangat penting. Mulai cemaran makanan saat pengolahan, penyakit akibat makanan, hingga cara pengolahan pangan yang benar. Harapannya para relawan dapur bisa menerapkan langsung standar ini di lapangan,” pungkas Amir. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin