RADARBANYUWANGI.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi berkolaborasi dengan Yayasan John Fawcett Foundation (JFF) kembali menggelar operasi katarak, pemeriksaan mata gratis.
Kegiatan yang dilangsungkan di Kantor PMI Banyuwangi, Selasa (30/9) tersebut merupakan pelaksanaan kali kedua pada tahun ini dan ke-20 sejak dimulai pada 2014.
Selain operasi katarak dan pemeriksaan mata, kegiatan ini juga diwarnai pemberian bola mata palsu secara gratis. Warga pun menyambut antusias penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Antusiasme tersebut terpancar dari wajah puluhan orang yang menunggu giliran untuk mendapat penanganan.
Sebagian besar pasien merupakan lansia berusia sekitar 50-70 tahun. Namun ada pula pasien yang berada di rentang usia sekitar 20-50 tahun.
Rangkaian acara meliputi skrining kesehatan mata, pemberian kacamata, distribusi obat tetes mata, hingga operasi katarak.
Wakil Bupati Mujiono yang sekaligus Ketua PMI Banyuwangi hadir langsung pada kegiatan operasi katarak dan pemeriksaan mata gratis tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada John Fawcett Foundation yang terus konsisten berkontribusi menyehatkan masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.
Mujiono menambahkan, program operasi katarak gratis sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Selain membuat penderitanya kembali sehat juga dapat mengembalikan produktivitas mereka.
“Karena itu, kami berharap ke depan kolaborasi untuk pelaksanaan program ini bisa diteruskan,” harapnya.
Wakil Ketua PMI Banyuwangi Nurhadi mengatakan, kegiatan ini digelar selama 3 hari sejak kemarin hingga Kamis besok (2/10). “Target operasi katarak kali ini 300 sampai 350 pasang mata,” ujarnya.
Agenda ini rutin dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun. Pada tahun ini program pertama telah di lakukan pada bulan Mei lalu dan telah memeriksa total 27.035 pasien sejak awal program dilaksanakan, yakni sejak tahun 2014.
“Dari total 27.035 pasien yang telah ditangani, sebanyak 15.074 orang telah diberi kacamata, 8.850 telah diberi obat tetes, 4.149 orang telah dioperasi katarak, dan 179 pasien telah diberikan bantuan bola mata palsu,” bebernya.
Hingga kemarin, lebih dari 800 pasien katarak dan gangguan lensa telah terdaftar pada melalui penjaringan dari puskesmas. Hal ini menunjukkan antusiasme dari masyarakat cukup besar.
Melalui kerja sama antara JFF, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan Palang Merah Indonesia (PMI), program pemeriksaan mata massal, operasi katarak, hingga pemasangan bola mata palsu ini melibatkan 7 dokter spesialis mata dari Banyuwangi dan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Jawa Timur.
Tak hanya itu, ada sekitar 35 orang tim JFF yang mendukung jalannya kegiatan, termasuk paramedis dan tenaga teknis.
“Setiap hari diperlukan sedikitnya tiga dokter mata yang bekerja. Hari ini malah ada empat dokter mata: dua bertugas di RSUD Blambangan dan dua lainnya di PMI 2 Armada bis yang disiapkan. Karena jumlah pasien banyak, tenaga yang terlibat juga harus besar,” jelas Komar Wardana, Project Manager JFF.
Pelaksanaan operasi ini merupakan bagian dari program kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, John Fawcett Foundation, serta tim dokter dari berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ribuan masyarakat Banyuwangi dapat kembali menikmati penglihatan yang lebih baik. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin