Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Waspada! Nyeri Punggung Bawah Pasca Melahirkan Bisa Jadi Tanda Sacroiliitis, Begini Penjelasan Dokter

Agus Baihaqi • Selasa, 9 September 2025 | 11:00 WIB
AHLINYA: dr Yanuarningtyas, Sp.An FIP melayani pasien di Poli Nyeri RSUD Genteng.
AHLINYA: dr Yanuarningtyas, Sp.An FIP melayani pasien di Poli Nyeri RSUD Genteng.

RADARBANYUWANGI.ID - Nyeri punggung bawah merupakan fenomena umum yang dialami para ibu setelah  melahirkan.

Diperkirakan itu berlangsung selama enam bulan atau setahun. Nyeri itu akan memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Sacroiliitis adalah peradangan pada salah satu atau kedua sendi sakroiliaka, yaitu sendi yang menghubungkan tulang ekor dan tulang panggul.

Kondisi ini ditandai dengan nyeri punggung bawah yang biasanya memburuk, ketika penderita berdiri setelah duduk dalam waktu yang lama.

Sacroiliitis ini salah satu penyebab sakit punggung bawah yang umum terjadi. Jika tidak tertangani dengan baik, menyebabkan nyeri yang mengganggu, bahkan saat sedang beristirahat.

“Dengan terapi fisik dan pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa terkontrol dan membaik,” kata dr Yanuarningtyas, Sp.An FIP, dari Poli Nyeri RSUD Genteng.

Menurut dr Yanuarningtyas, sacroiliitis pada ibu hamil terjadi karena perubahan hormon saat masa kehamilan yang menyebabkan sendi panggul menjadi lebih renggang dan longgar untuk mempersiapkan proses persalinan.

Dengan bertambahnya berat janin dan berubahnya cara berjalan pada ibu hamil, sendi sakroiliaka mendapatkan lebih banyak tekanan.

“Inilah yang memicu terjadinya peradangan atau sacroiliitis.” katanya.

Gejala utama sacroiliitis, jelas dia, nyeri pada area punggung bawah, pinggul, dan bokong.

Nyeri pada sacroiliitis memiliki karakteristik yang khas, seperti terasa tajam dan menusuk dengan tiba-tiba, atau terasa tumpul tetapi bertahan lama.

Menyebar ke bagian paha, selangkangan, atau bahkan kaki. -Memburuk ketika duduk atau berdiri pada satu posisi dalam waktu yang lama.

“Membaik dengan aktivitas, kecuali aktivitas tertentu, seperti memutar pinggul, menaiki tangga, berjalan dengan langkah besar, atau berlari,” ungkapnya.

Bagi yang merasakan gejala seperti itu, masih kata dia, segera periksa ke Poli Nyeri RSUD Genteng.

Terutama bila keluhan tidak kunjung membaik dalam kurun waktu satu minggu setelah minum obat penghilang rasa sakit.

“Kami akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab gejala tersebut dan memberikan penanganan yang sesuai,” katanya. (*/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#rsud genteng #pasca melahirkan #nyeri punggung