Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RSU Bhakti Husada Krikilan Sembuhkan Kaki Pengkor dengan Penanganan Ampuh

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 2 September 2025 | 17:13 WIB
dr Reza Muttaqien Sp. OT dari RSU Bhakti Husada Krikilan sedang melakukan tindakan pemasangan gips pada pasien CTEV.
dr Reza Muttaqien Sp. OT dari RSU Bhakti Husada Krikilan sedang melakukan tindakan pemasangan gips pada pasien CTEV.

RADARBANYUWANGI.ID - Congenital Talipes Equino varus (CTEV) atau kaki pengkor merupakan kelainan bawaan dari kaki akibat kekakuan otot dan tendon bagian dalam kaki.

Sehingga tendon menjadi pendek dan menarik kaki ke arah dalam sehingga tumit tidak menyentuh lantai dengan normal. 

Penyebab CTEV yang pasti belum dapat diketahui, namun ada beberapa faktor yang diduga berperan seperti fakto genetik atau keturunan, gangguan perkembangan janin dalam kandungan hingga gangguan neurologis atau gangguan otot.

Diagnosis CTEV ini dapat ditegakkan melalui anamnesa, pemeriksan fisik, pemeriksaan penunjang lainnya seperti rogten hingga MRI.

Vice Director Medic RSU Bhakti Husada Krikilan, dr Lukman Hakim mengatakan, jika menemukan kasus kaki pengkor (CTEV) ataupun yang menyerupai kasus tersebut, segera diperiksakan ke poli spesialis bedah tulang RSU Bhakti Husada, agar segera mendapatkan penanganan secara benar dan memperbesar peluang untuk bisa sembuh secara normal.

“Penanganan ini tindakan nonoperatif yang dilakukan tindakan sejak bayi usia dini, idealnya dilakukan sebelum usia satu minggu sampai enam bulan untuk dilakukan pemasangan gips secara bertahap, dan akan dilakukan evaluasi lebih lanjut apakah diperlukan tindakan lain seperti operasi jika tindakan konsevatif itu tidak maksimal atau kasus terlalu berat,” katanya.

Menurut dr Lukman, pencegahan CTEV tidak selalu dapat dihindari, karena banyak kasus disebabkan oleh faktor genetik.

Namun, menghindari faktor risiko seperti merokok selama kehamilan, dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kondisi ini.

Dalam semua kasus, penting bagi orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat, dan rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan.

”Jika dibiarkan, anak akan mengalami kondisi disabilitas seumur hidup,” cetusnya.

Untuk melakukan konsultasi jika didapatkan keluhan tersebut, bisa datang ke poli spesialis bedah tulang di IHC RSU Bhakti Husada Krikilan, praktek pelayanan dr Reza Muttaqien Sp OT Selasa dan Kamis. dr Aristoteles Sp.OT pada Jumat dan Sabtu. informasi lebih lanjut hubungi 081243843100.

Editor : Agung Sedana
#rsu bhakti husada krikilan #banyuwangi