RADARBANYUWANGI.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi terus memperkuat kesiapsiagaan di sektor kesehatan.
Selama tiga hari sejak Rabu-Jumat (21-22/8), melaksanakan kegiatan pembentukan Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB) di RSU Bhakti Husada, krikilan, Kecamatan Glenmore.
Kegiatan itu diikuti jajaran manajemen, tenaga medis, dan staf pendukung rumah sakit dengan menghadirkan narasumber ahli kebencanaan.
“Kegiatan ini untuk memastikan RSU Bhakti Husada mampu memberikan pelayanan optimal, meski terjadi bencana, sekaligus melindungi pasien, pengunjung, dan aset vital lainnya,” terang Kepala BPBD Banyuwangi Bapak Danang Hartanto.
RSAB ini, terang dia, konsep yang dikembangkan untuk meminimalkan risiko kerusakan dan gangguan layanan medis saat bencana, baik gempa bumi, kebakaran, banjir, maupun kejadian darurat lainnya.
“Rumah sakit tidak boleh lumpuh ketika bencana datang. Justru di saat krisis, fungsinya harus meningkat. Makanya RSU Bhakti Husada krikilan kami jadikan salah satu pilot project untuk program RSAB di Banyuwangi,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, jelas dia, mulai dari pemetaan risiko bencana, penyusunan rencana kontinjensi, manajemen krisis, hingga sistem komunikasi darurat.
“Peserta juga mempelajari prosedur evakuasi, tata kelola logistik, dan pemulihan layanan medis pascabencana,” cetusnya.
Selain teori, jelas dia, peserta mengikuti simulasi lapangan yang menggambarkan kondisi nyata saat terjadi bencana.
Dalam simulasi tersebut, tim rumah sakit berlatih menangani pasien darurat, mengevakuasi ruangan, mengatur jalur evakuasi, hingga berkoordinasi dengan BPBD, dan instansi terkait.
“Simulasi ini menjadi ujian nyata bagi kesiapan rumah sakit dalam menghadapi bencana,” terangnya.
Danang berharap, program RSAB ini dapat diperluas ke fasilitas kesehatan lain di wilayah Banyuwangi.
Dengan semakin banyak rumah sakit yang tangguh bencana, diharapkan pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan dalam situasi darurat.
“Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam membangun ketahanan bencana di berbagai sector,” cetusnya.
Direktur RSU Bhakti Husada krikilan, dr Martha Nurani Putri menyambut baik program ini. Ia menyebut pelatihan ini memberikan dampak positif bagi budaya kerja rumah sakit.
“Selama ini kita sudah punya prosedur tanggap darurat, tapi melalui kegiatan ini sistemnya lebih terstruktur dan teruji. Kami ingin memastikan seluruh tenaga kesehatan, dari dokter hingga staf pendukung siap bertindak cepat dan tepat,” ungkapnya.
Editor : Agung Sedana