Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Aman dari Campak dan Rubella, Cakupan Imunisasi Capai 94 Persen!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:15 WIB
CEGAH CAMPAK: Cakupan imunisasi campak di Banyuwangi tahun 2024 mencapai 94,93 persen atau melampaui target minimal 90 persen.
CEGAH CAMPAK: Cakupan imunisasi campak di Banyuwangi tahun 2024 mencapai 94,93 persen atau melampaui target minimal 90 persen.

RADARBANYUWANGI.ID - Dinas Kesehatan Banyuwangi memastikan Banyuwangi dalam kondisi aman dari ancaman penyakit campak dan rubella.

Meski awal tahun sempat muncul satu kasus positif dan tiga suspek, seluruhnya cepat tertangani hingga sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan kasus campak dan rubella yang signifikan. Kalaupun ada, kasus tersebut langsung dapat ditangani dengan baik.

“Awal tahun 2025 sempat ada satu kasus positif dan tiga kasus suspect. Alhamdulillah, semua cepat tertangani dan langsung sembuh. Begitu ada laporan, kami langsung lakukan pemantauan ketat, tracing kontak, serta isolasi khusus bagi pasien,” terang Amir.

Salah satu upaya penting dalam pencegahan penyebaran penyakit menular, termasuk campak dan rubella adalah memperkuat imunitas kolektif.

“Kalau imunitas kolektif tinggi, meskipun ada satu kasus, penularannya bisa dicegah. Tapi kalau imunitas kolektif rendah, resiko menyebarnya lebih besar,” jelasnya.

Amir menyebutkan, cakupan imunisasi dasar di Banyuwangi tahun 2024 mencapai 94,93 persen atau melampaui target minimal 90 persen.

Sementara, untuk imunisasi MR (Measles Rubella), cakupannya kini telah berada di angka 63,3 persen.

“Target kita adalah tidak ada anak yang terlewat vaksinasi imunisasi, khususnya MR. Karena ini kunci utama mencegah penularan,” tegasnya.

Selain memperluas cakupan vaksinasi, Dinkes juga gencar melakukan sosialisasi gejala campak agar masyarakat lebih waspada.

Gejala yang perlu diperhatikan di antaranya demam tinggi di atas 38,5 derajat, batuk, pilek, ruam pada kulit, serta bercak putih di mulut.

“Kalau ada anak dengan gejala itu, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa ditangani dan diisolasi supaya tidak menular. Perawatan biasanya cukup dengan istirahat, obat penurun panas, nutrisi bergizi, dan vitamin,” papar Amir.

Dengan penguatan imunisasi serta kewaspadaan dini masyarakat, Amir optimistis Banyuwangi dapat mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak maupun rubella.

“Alhamdulillah saat ini Banyuwangi masih aman. Kami terus bekerja sama dengan puskesmas untuk memastikan imunitas kolektif tetap terjaga,” pungkasnya. (cw5-Dalila Adinda/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#vaksin #rubella #Imunisasi #banyuwangi #campak