RADARBANYUWANGI.ID - Semenjak tren glowing meroket, metode double cleansing dengan membersihkan wajah dua tahap dengan oil cleanser lalu sabun ringan menjadi ritual wajib pecinta skincare.
Namun pemilik kulit berminyak kerap ragu apakah minyak justru memicu komedo? Artikel ini merangkum riset terbaru dan pendapat pakar agar Anda bisa menimbang manfaat dan risikonya secara objektif.
Double cleansing dimulai dengan pembersih berbasis minyak untuk melarutkan sunscreen, makeup, dan sebum, kemudian dilanjutkan sabun ber‑pH lembut guna mengangkat sisa kotoran.
Dermatolog Marisa Garshick menjelaskan, metode dua langkah ini efektif selama kulit tidak terasa kesat atau tertarik setelahnya.
Manfaat Oil Cleanser di Langkah Pertama
Minyak bekerja menurut prinsip “like dissolves like”. Artinya lipid akan mengikat kotoran berbasis minyak lebih baik daripada sabun biasa, sehingga riasan tebal dan tabir surya water‑resistant terangkat tuntas.
Glamour Beauty Lab 2025 bahkan menyebut cleansing oil non‑komedogenik berbahan squalane sebagai pilihan paling efisien untuk menghapus makeup tanpa merusak skin‑barrier.
Dermalogica menambahkan, minyak ringan seperti grapeseed atau argan mampu membersihkan pori tanpa menyumbatnya, asalkan diformulasi non‑comedogenic.
Sebuah studi PubMed juga menemukan pembersih lembut dapat membersihkan pori tanpa memicu produksi sebum berlebih.
Kekhawatiran Kulit Berminyak
Meski demikian, American Academy of Dermatology mengingatkan pemilik kulit berminyak agar berhati‑hati memilih pembersih. Produk berbasis minyak berat atau alkohol justru bisa mengiritasi dan memicu kelenjar sebasea memproduksi lebih banyak sebum.
Penelitian di Journal of Aesthetic & Beauty Culture mencatat, oil cleanser kaya emolien lebih cocok untuk kulit kering, sedangkan gel pembersih ringan lebih aman bagi tipe berminyak dan rentan jerawat.
Perlukah Oil Cleanser untuk Kulit Berminyak?
Boleh saja, asal tepat formula dan tekniknya. Pilih produk yang menonjolkan label “non‑comedogenic” dan “lightweight oil” (squalane, grapeseed, sunflower).
Hindari mineral oil pekat atau coconut oil jika pori mudah tersumbat. Pastikan menindaklanjuti dengan sabun ber‑pH seimbang untuk menyingkirkan residu minyak sehingga permukaan kulit tidak licin.
Cara Aman Memulai
Pertama, lakukan patch test di lengan selama 24 jam. Kedua, gunakan oil cleanser hanya di malam hari setelah aktivitas berat.
Ketiga, pijat lembut selama 60 detik dan bilas air hangat sebelum sabun. Bila kulit terasa perih atau timbul jerawat meradang, hentikan dan konsultasikan ke dokter.
Double cleansing efektif menjaga kebersihan mendalam dan mencegah penumpukan kotoran yang memicu breakout.
Kulit berminyak tetap dapat memanfaatkan oil cleanser sepanjang produk ringan, non‑komedogenik, dan diikuti sabun lembut. Kuncinya adalah keseimbangan, bersih tuntas tanpa mengikis lapisan pelindung alami.
Editor : Agung Sedana