Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

IHC RSU Bhakti Husada Krikilan, Layani Pasien Urologi dengan BPJS Kesehatan

Agus Baihaqi • Selasa, 3 Juni 2025 | 16:35 WIB
KOMPETEN: dr Andy Zulfiqqar, Sp.U sedang melakukan pemeriksaan pasien di Poliklinik Spesialis Urologi IHC RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore.
KOMPETEN: dr Andy Zulfiqqar, Sp.U sedang melakukan pemeriksaan pasien di Poliklinik Spesialis Urologi IHC RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore.

RadarBanyuwangi.id-RSU Bhakti Husada Krikilan, Kecamatan Glenmore memberikan kemudahan pagi para pasiennya. Saat ini, bagi pasien urologi yang akan melakukan pemeriksaan bisa menggunakan BPJS Kesehataan. 

Layanan urologi ini layanan medis yang fokus pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai masalah kesehanatan yang berkaitan dengan saluran kemih, dan organ reproduksi meliputi masalah infeksi saluran kemih, batu ginjal, prostat dan organ reproduksi lainya.

Salah satu kasus urologi penyakit BPH, yaitu singkatan dari Benign Prostatic Hyperplasia. Di mana terjadi pembesaran kelenjar prostat secara nonkanker (jinak). Meskipun tidak bersifat ganas, BPH dapat menimbulkan gangguan berkemih yang cukup mengganggu kualitas hidup. Sedangkan prostat, itu kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih, dan mengelilingi uretra (saluran kencing). “Fungsinya memproduksi sebagian cairan semen. Seiring bertambahnya usia, prostat cenderung membesar,” kata Vice Director Medic RSU Bhakti Husada, dr Lukman Hakim.

Menurut dr Lukman, penyebab pasti BPH belum sepenuhnya dipahami. Tapi berkaitan perubahan hormonal pada pria lanjut usia, terutama penurunan kadar testosteron. Faktor risiko utama usia > 50 tahun, riwayat keluarga dengan BPH, obesitas dan gaya hidup tidak sehat juga penyakit diabetes, dan penyakit jantung bisa menjadi faktor risiko BPH. “Gejala disebabkan tekanan prostat yang membesar terhadap uretra, antara lain sering buang air kecil, terutama malam hari (nokturia), sulit memulai buang air kecil, aliran urin lemah atau terputus-putus, perasaan tidak tuntas setelah berkemih, anyang-anyangan, terkadang bisa terjadi retensi urin (tidak bisa kencing sama sekali),” ungkapnya.

dr Lukman menyampaikan RSU Bhakti Husada berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan di bidang urologi, salah satunya penangananan prostat dengan menambah beberapa peralatan khusus. Ini untuk melakukan tindakan operasi prostat tanpa pembedahan, misalnya TURP dan tindakan lainya. “Sekarang di RSU Bhakti Husada untuk penanganan kasus-kasus urologi sudah dapat menggunakan jaminan BPJS Kesehatan, sehingga memudahkan pasien untuk mengakses layanan urologi tersebut,” ungkapnya.  

Jika ada keluhan ataupun pencegahan dini terkait kasus di atas, bisa konsultasi maupun pemeriksaan lebih lanjut bisa datang ke Poliklinik Urologi di IHC RSU Bhakti Husada Krikilan dengan dokter Andy Zulfiqqar, Sp.U setiap Selasa dan Kamis, 16.00 hinggan 18.00. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi 081243843100.(*/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#infeksi #kesehatan #rsu bhakti husada #IHC #bpjs kesehatan